JAKARTA - Eyal Zamir mengatakan dirinya memiliki tugas untuk membawa Israel Defense Forces (IDF) menuju kemenangan, menyerukan semua pihak di Israel untuk membela tanah air, saat resmi menjabat sebagai Kepala Staf IDF Hari Rabu.
Promosi dan pengambilan sumpah Zamir di Markas Besar IDF di Tel Aviv dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta Menteri Pertahanan Israel Katz.
Sebagai penanda ia secara resmi menggantikan Letnan Jenderal (Letjen) Herzi Halevi yang mengundurkan diri karena kegagalan mengantisipasi serangan 7 Oktober 2023, pangkat Zamir dinaikkan satu tingkat lebih tinggi, dari Mayor Jenderal menjadi Letjen.
Suasana serah terima jabatan yang digelar di tengah perang membuat baik Letjen Halevi maupun Letjen Zamir tidak mengenakan seragam formal, melainkan seragam harian yang dikenal di Israel sebagai Madei Bet.
Dalam pidato pertamanya, Lejen Zamir dengan jelas mengatakan akan memimpin militer Israel menuju kemenangan.
"Tugas yang saya terima hari ini jelas: Memimpin IDF menuju kemenangan," katanya, dikutip dari The Times of Israel 5 Maret.
Dalam komentar yang ditujukan kepada komunitas ultra-Ortodoks, Letjen Zamir mengatakan ia "mendesak semua bagian masyarakat Israel untuk berpartisipasi dalam mitzvah (perintah agama) untuk membela tanah air. Ini adalah tanggung jawab bersama."
BACA JUGA:
"IDF adalah tentara rakyat. Menghadapi ancaman eksternal, kita harus memiliki kekompakan dalam barisan. Kita akan bekerja untuk memperluas barisan. Misi pertahanan harus dibagi," katanya.
Berbicara kepada keluarga sandera yang masih ditahan oleh kelompok teror Hamas di Jalur Gaza, Letjen Zamir mengatakan, "Orang-orang yang kalian cintai ada di depan mataku. Tugas moral kita jelas; Bawa semua orang pulang, dengan cara apa pun yang memungkinkan dan secepat mungkin."