Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kemanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir terlibat diskusi panas dengan Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir dalam rapat kabinet Minggu malam, terkait bantuan kw Jalur Gaza, lapor media berbahasa Ibrani.

Channel 12 melaporkan, menteri sayap kanan Ben Gvir mengatakan, "tidak perlu membawa bantuan (ke Gaza), mereka sudah punya cukup. Toko makanan Hamas harus dibom."

Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir dilaporkan menanggapi dengan: "Ide-ide ini membahayakan kita," dikutip dari The Times of Israel 5 Mei.

Siaran publik Kan mengatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu turun tangan dan berkata kepada Letjen Zamir: "Maaf, setiap menteri di sini dapat menyatakan posisi mereka dan tidak setuju dengan para perwira."

Letjen Zamir menanggapi, tampaknya kepada Ben Gvir: "Anda tidak mengerti apa yang Anda katakan. Anda membahayakan kita semua. Ada hukum internasional dan kami berkomitmen untuk itu. Kami tidak dapat membuat Gaza kelaparan, pernyataan Anda berbahaya."

PM Netanyahu dilaporkan mengulangi, para menteri dapat tidak setuju dengan posisi Letjen Zamir dan menambahkan, jika para menteri membuat komentar yang melanggar hukum, adalah tugas jaksa agung untuk mengklarifikasi hukum bagi mereka.

Kan melaporkan, Sekretaris Kabinet Yossi Fuchs kemudian diminta untuk mencatat, "tidak ada menteri yang bermaksud melanggar hukum internasional." Namun, tidak jelas siapa yang memintanya untuk membuat pernyataan itu.

Ben Gvir menanggapi: "Ada cukup makanan di sana. Saya tidak mengerti mengapa siapa pun yang melawan kami harus secara otomatis diberi bantuan. Di mana tepatnya ini tertulis dalam hukum internasional?"

Menurut Kan, Menteri Permukiman sayap kanan Orit Strook mendukung Ben Gvir dalam masalah bantuan.

Diketahui, para menteri dalam pertemuan tersebut menyetujui rencana untuk memperluas serangan militer terhadap kelompok militan Hamas di Jalur Gaza, ketika Letjen Zamir dilaporkan memperingatkan para menteri, hal tersebut dapat membahayakan para sandera.

Selain itu, kabinet keamanan menyetujui rencana untuk memperbarui pengiriman bantuan ke Jalur Gaza sambil merombak mekanisme guna meminimalkan pengalihan barang oleh Hamas untuk menguntungkan para operatornya.

Ben Gvir adalah satu-satunya yang memberikan suara menentang rencana tersebut, yang akan dilaksanakan ketika situasi di Gaza mengharuskannya.

Diketahui, kelangkaan pangan dan kebutuhan dasar di Gaza mengancam warga sipil menghadapi krisis kemanusiaan, setelah Israel memblokade masuknya seluruh bantuan ke Gaza sejak 2 Maret.