JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel Katz memerintahkan Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Letnan Jenderal Herzi Halevi untuk menegur kepala Direktorat Intelijen Militer, setelah laporan TV mengutip peringatan Mayjen Shlomi Binder tentang potensi dampak yang berkaitan dengan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Jalur Gaza.
Channel 13 melaporkan pada Kamis malam, selama penilaian terhadap rencana Presiden Trump untuk memindahkan warga Palestina keluar dari Jalur Gaza agar dibangun kembali, Mayjen Binder memperingatkan potensi kekerasan musuh, termasuk eskalasi di Tepi Barat, melansir The Times of Israel 7 Februari.
Menurut laporan tersebut, Mayjen Binder memperingatkan secara khusus tentang Bulan Suci Ramadan yang akan segera tiba.
Laporan tersebut mencatat, Mayjen Binder tidak menyatakan apa pun yang menentang rencana Trump, melainkan hanya memperingatkan tentang potensi konsekuensi dari wacana terkini seputar rencana tersebut.
"Tidak akan ada kenyataan di mana perwira IDF akan berbicara menentang rencana penting Presiden AS Trump terkait Gaza, dan menentang arahan eselon politik," kata Menhan Katz dalam sebuah pernyataan, meskipun laporan Channel 13 mengatakan Mayjen Binder tidak mengemukakan kritik terhadap rencana tersebut.
"Saya memerintahkan IDF untuk mempersiapkan rencana keberangkatan sukarela penduduk Gaza yang berminat untuk pergi ke berbagai tempat di dunia, dan itulah yang harus dan akan dilakukan IDF," tandasnya.
Mayjen Binder sendiri mengatakan, dia telah mengklarifikasi kepada Menhan Katz, dirinya tidak menentang rencana Presiden Trump untuk mengambil alih Jalur Gaza.
"Saya berbicara dengan Menteri Pertahanan, mengklarifikasi saya tidak menentang rencana Presiden Trump dan bahwa IDF, dan karena itu saya juga, berada di bawah eselon politik dan akan mengikuti instruksinya," kata Mayjen Binder dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh militer.
BACA JUGA:
"Berdasarkan peran saya, saya menyampaikan kemungkinan implikasi dari wacana tentang subjek tersebut, pandangan musuh dari perspektif keamanan, dan rekomendasi untuk aktivitas ofensif yang sesuai," tambahnya.
Diketahui, Menhan Katz telah berulang kali berselisih dengan Letjen Halevi yang akan segera lengser dalam beberapa minggu mendatang.