Bagikan:

JAKARTA - Proposal perdamaian terbaru Iran kepada Amerika Serikat mencakup penghentian permusuhan di semua front termasuk Lebanon, penarikan pasukan AS dari wilayah dekat Negeri Para Mullah dan ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh perang AS-Israel, lapor media pemerintah pada Hari Selasa.

Dalam komentar pertama Tehran tentang proposal tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengatakan Negeri Para Mullah juga menginginkan pencabutan sanksi, pencairan dana yang dibekukan, dan pengakhiran blokade maritim AS terhadap negara tersebut, menurut kantor berita IRNA, melansir Al Arabiya dari Reuters (19/5).

Syarat-syarat yang dijelaskan dalam laporan Iran tampaknya tidak banyak berubah dari tawaran Iran sebelumnya, yang ditolak oleh Presiden AS Donald Trump pekan lalu sebagai "sampah."

Presiden Trump mengatakan pada Hari Senin, Ia telah menunda rencana dimulainya kembali serangan terhadap Iran setelah Teheran mengirimkan proposal perdamaian baru ke Washington, dan bahwa sekarang ada "peluang yang sangat baik" untuk mencapai kesepakatan yang membatasi program nuklir Iran.

Reuters tidak dapat memastikan apakah persiapan telah dilakukan untuk serangan yang akan menandai dimulainya kembali perang yang dimulai Trump pada akhir Februari.

Di bawah tekanan untuk mencapai kesepakatan yang akan membuka kembali Selat Hormuz - jalur pasokan utama untuk pasokan minyak dan komoditas lainnya di dunia - Presiden Trump sebelumnya telah menyatakan harapannya kesepakatan untuk mengakhiri konflik sudah dekat, dan juga mengancam akan melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran jika Teheran tidak mencapai kesepakatan.

Dalam unggahan media sosial, Trump mengatakan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab telah meminta agar Ia menunda serangan karena "kesepakatan akan dibuat, yang akan sangat dapat diterima oleh Amerika Serikat, serta semua negara di Timur Tengah, dan sekitarnya."

Berbicara kepada wartawan kemudian pada Hari Senin, Trump mengatakan AS akan puas jika dapat mencapai kesepakatan dengan Iran yang mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

"Tampaknya ada peluang yang sangat baik bahwa mereka dapat menyelesaikan sesuatu. Jika kita dapat melakukan itu tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang," kata Presiden Trump.

Terpisah, sumber Pakistan mengkonfirmasi Islamabad, yang telah menyampaikan pesan antara kedua pihak sejak menjadi tuan rumah satu-satunya putaran pembicaraan perdamaian bulan lalu, telah menyampaikan proposal Iran kepada Washington.

Kedua pihak "terus mengubah target mereka." kata sumber Pakistan tersebut, menambahkan: "Kita tidak punya banyak waktu."

Meskipun kedua pihak belum secara terbuka mengungkapkan konsesi apa pun dalam negosiasi yang telah terhenti selama sebulan, seorang pejabat senior Iran pada hari Senin mengisyaratkan Washington mungkin melunakkan beberapa tuntutannya.

Sumber tersebut mengatakan AS telah setuju untuk melepaskan seperempat dari dana Iran yang dibekukan - berjumlah puluhan miliar dolar - yang disimpan di bank-bank asing. Iran menginginkan semua aset tersebut dilepaskan.

Selain itu, sumber tersebut juga mengatakan Washington telah menunjukkan lebih banyak fleksibilitas dalam menyetujui untuk membiarkan Iran melanjutkan beberapa aktivitas nuklir damai di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Kendati, Negeri Paman Sam belum mengonfirmasi mereka telah menyetujui apa pun dalam pembicaraan tersebut.

Seorang pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, membantah laporan dari kantor berita Iran Tasnim bahwa Washington telah setuju untuk mencabut sanksi minyak terhadap Iran sementara negosiasi sedang berlangsung.