JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Senin menggambarkan insiden penembakan di Pusat Islam San Diego (ICSD), San Diego, California sebagai 'situasi mengerikan.'
Berbicara kepada wartawan setelah mendapat informasi terbaru tentang perkembangan situasi, Presiden Trump mengatakan pejabat federal dan lokal secara aktif menilai insiden tersebut dan mengumpulkan informasi tambahan.
"Mereka sedang memberikan pengarahan tentang hal itu dan ini adalah situasi yang mengerikan. Saya telah diberi beberapa informasi awal, tetapi kami akan kembali dan menelitinya dengan sangat cermat," kata Presiden Trump kepada wartawan di Gedung Putih, melansir Anadolu (19/5).
Pernyataan Presiden Trump disampaikan setelah lima orang, termasuk dua tersangka penembak, tewas dalam insiden penembakan di pusat tersebut di lingkungan Clairemont pada Hari Senin.
Diberitakan sebelumnya, tiga orang tewas dalam penembakan di Islamic Center, komplek yang di dalamnya terdapat masjid dan sekolah Islam di San Diego, dalam serangan yang diduga bermotif kebencian, kata otoritas Amerika Serikat.
Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan dua pelaku penembakan dalam insiden di Pusat Islam San Diego (ICSD) di California selatan pada Hari Senin juga ditemukan tewas akibat luka tembak yang tampaknya dilakukan sendiri.
"Karena lokasinya di pusat Islam, kami menganggap ini sebagai kejahatan bermotif kebencian sampai terbukti bukan," kata Wahl kepada wartawan, melansir Al Jazeera.
Para tersangka adalah dua pria, yang diyakini berusia 17 dan 19 tahun, menurut kepala polisi.
Lebih jauh Wahl menerangkan, salah satu korban adalah seorang petugas keamanan di pusat Islam, yang memainkan peran penting dalam memastikan insiden tersebut tidak menjadi lebih buruk.
Ia menambahkan, pihak berwenang sedang menyelidiki dan berupaya untuk “mencari tahu dan menyusun kembali apa yang menyebabkan kejadian ini”.
Ketiga korban adalah orang dewasa. Menurut pihak berwenang, anak-anak di sekolah tersebut tidak mengalami luka fisik.
Sementara itu, imam masjid di komplek tersebut Taha Hassane menggembarkan ICSD sebagai tempat bagi orang-orang — termasuk non-Muslim — untuk berkumpul dan berdoa, belajar, dan merayakan.
"Sangatlah keterlaluan menargetkan tempat ibadah. Pusat Islam kami adalah tempat ibadah," kata Hassane.
Adapun Wali Kota San Diego Todd Gloria menekankan bahwa "kebencian tidak memiliki tempat" di kota ini.
"Kepada komunitas Muslim setempat, doa kami menyertai Anda," kata Wali Kota Gloria.
"Saya ingin meyakinkan komunitas Muslim kami bahwa kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan Anda merasa aman di kota ini, dan tidak ada sumber daya yang akan dihemat untuk memastikan bahwa lembaga dan lokasi keagamaan kami terlindungi di masa yang sensitif ini," urainya.
Terpisah, Direktur FBI Kash Patel mengatakan divisi lokal lembaga tersebut sedang menanggapi insiden tersebut, dan berjanji bahwa “semua sumber daya akan tersedia untuk membantu mitra lokal”.
Setelah penembakan tersebut, Departemen Kepolisian New York (NYPD) mengumumkan akan meningkatkan perlindungan bagi masjid-masjid di kota itu.
"Meskipun saat ini belum diketahui adanya keterkaitan dengan NYC atau ancaman spesifik terhadap tempat ibadah di NYC, sebagai tindakan pencegahan, NYPD meningkatkan penempatan personel di masjid-masjid di seluruh kota," kata NYPD.
Polisi mendirikan titik reunifikasi bagi orang-orang di daerah tersebut. Masjid tersebut mengunggah di media sosial, anak-anak dapat dijemput dari gereja terdekat.
Kantor Gubernur California Gavin Newsom menjelaskan, Ia sedang memantau situasi dan berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum setempat.
"Kami berterima kasih kepada para petugas tanggap darurat di lokasi kejadian yang bekerja untuk melindungi masyarakat dan mendesak semua orang untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang setempat," kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan.
BACA JUGA:
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya Islamofobia di AS, dengan banyak politisi dan komentator secara teratur menyerang komunitas Muslim.
Misalnya, anggota Kongres Randy Fine, sekutu Presiden Donald Trump, mengatakan akhir tahun lalu bahwa Muslim harus "dihancurkan".
Kemudian pada Hari Senin, Laura Loomer, seorang aktivis sayap kanan yang dekat dengan Presiden Trump, mengatakan ICSD harus digerebek oleh Biro Investigasi Federal (FBI) dan otoritas imigrasi.
Ia membagikan unggahan media sosial tahun 2023 oleh istri imam masjid yang menuduh Israel membunuh anak-anak.
"Masjid yang 'diduga' ditembak hari ini," tulis Loomer dalam pesan yang menyertainya. "Ingatlah bahwa orang-orang yang menghadiri masjid ini ingin kita semua dibunuh."