JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Hari Senin, Ia memutuskan untuk menunda dimulainya kembali serangan terhadap Iran karena beberapa negara regional memberitahunya, mereka percaya kesepakatan untuk mengakhiri perang sepenuhnya sudah hampir tercapai.
Trump mengatakan ia diminta oleh para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan "negara-negara lain" yang tidak disebutkan namanya untuk menunda serangan "karena mereka berpikir bahwa mereka sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan."
"Dan jika kita dapat melakukan itu, di mana tidak ada senjata nuklir yang jatuh ke tangan Iran, dan jika mereka puas, kita mungkin juga akan puas," katanya kepada wartawan di Gedung Putih, melansir Anadolu (19/5).
"Tampaknya ada peluang yang sangat baik bahwa mereka dapat menyelesaikan sesuatu. Jika kita dapat melakukan itu tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang," tandas Trump.
Presiden dari Partai Republik itu menambahkan, Ia telah memberitahu
Trump mengatakan ia telah memberitahu Israel serta "pihak lain di Timur Tengah" tentang keputusannya.
Sebelumnya, Presiden Trump pada Hari Minggu memperingatkan Iran, "waktu terus berjalan" bagi mereka untuk "bergerak" sebelum "tidak akan ada yang tersisa dari mereka."
Diketahui, ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
BACA JUGA:
Negeri Para Mullah membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata dua pekan mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan selanjutnya di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.
Presiden Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sebelum gencatan senjata sebelumnya berakhir.