JAKARTA - Rusia memiliki harapan tinggi untuk kunjungan Presiden Vladimir Putin ke China minggu ini, dan kedua pihak akan menggunakannya untuk mengembangkan "kemitraan istimewa" mereka, kata Kremlin pada Hari Senin.
Presiden Putin akan mengunjungi China pada Hari Selasa dan Rabu, kurang dari seminggu setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melakukan pembicaraan dengan Presiden Xi Jinping.
"Kami memiliki harapan yang sangat serius untuk kunjungan ini," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, melansir Al Arabiya dari Reuters (18/5).
Kemitraan yang disebut "tanpa batas" antara China dan Rusia, produsen sumber daya alam terbesar di dunia, telah menguat sejak Barat memberlakukan sanksi untuk menghukum Rusia atas perang di Ukraina.
"Kami dan teman-teman China kami menyebutnya sebagai kemitraan yang sangat istimewa dan strategis," jelas Peskov.
Rencananya, delegasi Rusia akan mencakup wakil perdana menteri, menteri pemerintah, dan kepala perusahaan yang relevan, katanya.
BACA JUGA:
Peskov ditanya apakah ada rencana pembahasan usulan pipa gas Power of Siberia 2, yang suatu hari nanti dapat mengalirkan tambahan 50 miliar meter kubik (bcm) gas per tahun dari ladang gas Arktik Rusia melalui Mongolia ke Tiongkok.
"Semua isu yang ada dalam agenda ekonomi hubungan bilateral kita tentu akan dibahas," jawabnya Peskov.