Bagikan:

JAKARTA - Pejabat Qatar mengatakan pada Hari Selasa, negosiasi Amerika Serikat dengan Iran yang dimediasi Pakistan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan, sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia telah menunda serangan yang direncanakan untuk memberi kesempatan pada proses tersebut.

"Kami mendukung upaya diplomatik Pakistan yang telah menunjukkan keseriusan dalam mempertemukan pihak-pihak dan menemukan solusi, dan kami percaya itu membutuhkan lebih banyak waktu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari dalam konferensi pers, melansir Al Arabiya dari AFP (19/5).

Sebelumnya, Trump, yang telah memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu dan memperjelas ingin keluar dari perang yang terbukti merugikan secara politik, mengatakan pada Hari Senin bahwa Ia telah menyiapkan serangan militer baru untuk hari berikutnya setelah Iran menolak garis besar kesepakatannya.

Namun pada Hari Senin, Trump mengatakan di media sosial telah menangguhkan serangan tersebut setelah para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab memintanya untuk memberi kesempatan pada negosiasi.

"Kami ingin melindungi rakyat di kawasan ini agar tidak menjadi pihak yang paling dirugikan dari setiap eskalasi di kawasan ini," kata al-Ansari.

Kendati demikian, al-Ansari tidak mengatakan apakah Qatar optimis atau tidak tentang kesepakatan tersebut dan tidak berkomentar lebih lanjut mengenai unggahan media sosial Trump.