JAKARTA - Iran telah memberi tahu mediator Qatar dan Oman, mereka tidak terbuka untuk merundingkan gencatan senjata saat diserang Israel, kata seorang pejabat yang diberi pengarahan tentang komunikasi tersebut pada Hari Minggu.
"Iran memberi tahu mediator Qatar dan Oman bahwa mereka hanya akan melakukan negosiasi serius setelah Iran menyelesaikan tanggapannya terhadap serangan pendahuluan Israel," kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas konflik tersebut, kepada Reuters, seperti dikutip 16 Juni.
Iran menegaskan "bahwa mereka tidak akan berunding saat diserang," kata pejabat itu.
Pejabat itu mengatakan kepada Reuters, laporan media bahwa Iran mengimbau Oman dan Qatar untuk melibatkan AS guna menengahi gencatan senjata dan memperbarui perundingan nuklir tidaklah akurat.
Terpisah, Kementerian Luar Negeri Iran tidak menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar, begitu pula Kementerian Luar Negeri Qatar atau Kementerian Informasi Oman.
Diketahui, Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran pada Hari Jumat pagi yang menyasar fasilitas nuklir dan militer, mengatakan kampanye itu akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang.
Di sisi lain, Iran telah bersumpah untuk "membuka gerbang neraka" sebagai pembalasan atas apa yang telah muncul sebagai konfrontasi terbesar yang pernah ada antara musuh bebuyutan itu.
Oman sendiri dalam beberapa bulan terakhir telah menjadi penengah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun putaran terakhir yang sedianya digelar kemarin, dibatalkan sehari setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran.
BACA JUGA:
Qatar juga telah memainkan peran dalam memfasilitasi perundingan antara kedua musuh bebuyutan tersebut di masa lalu, yang terbaru adalah memediasi perjanjian pertukaran tahanan pada tahun 2023.
Adapun Oman dan Qatar selain memiliki hubungan baik dengan Iran dan AS, mereka juga telah berkomunikasi langsung dengan Israel.