Bagikan:

JAKARTA - Iran memperingatkan serangan berkelanjutan ke Lebanon akan membuat negosiasi gencatan senjata dengan Amerika Serikat menjadi tidak berarti, menekankan Paris dari Timur menjadi bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata.

Lebih dari seribu orang tewas dan terluka akibat serangan Israel ke sejumlah kota di Lebanon pada Hari Rabu, beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata AS dengan Iran diumumkan.

"Serangan yang berkelanjutan akan membuat negosiasi menjadi tidak berarti; tangan kami akan tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudari Lebanon-nya," tulis Presiden Pezeshkian di media sosial X, melansir Anadolu (9/4).

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, dalam unggahan terpisah di X, mengatakan Lebanon dan apa yang ia sebut sebagai "Poros Perlawanan" merupakan bagian integral dari kerangka kerja gencatan senjata, mengutip pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

"Lebanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu Iran, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gencatan senjata," kata Qalibaf.

Ia menambahkan, Perdana Menteri Pakistan telah "secara terbuka dan jelas" menekankan isu Lebanon, memperingatkan bahwa "tidak ada ruang untuk penyangkalan dan penarikan kembali pernyataan."

Qalibaf juga memperingatkan, pelanggaran gencatan senjata akan menimbulkan "tanggapan yang kuat."

"Pelanggaran gencatan senjata membawa konsekuensi nyata dan tanggapan yang kuat," ia memperingatkan.

"Hentikan serangan segera," tegasnya.

Diketahui, Israel meningkatkan serangannya di seluruh Lebanon sejak Rabu meskipun ada gencatan senjata selama dua minggu yang ditengahi oleh Pakistan antara AS dan Iran, sebagai langkah menuju kesepakatan akhir untuk menghentikan perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada 28 Februari.

Meskipun Islamabad dan Teheran mengatakan gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, Washington dan Tel Aviv membantah hal itu.

Menurut Pertahanan Sipil Lebanon, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya pada Hari Rabu.

Sumber Pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu pada Hari Kamis, delegasi AS dan Iran akan mengadakan pembicaraan "langsung" di Islamabad yang bertujuan untuk mencapai "gencatan senjata permanen."

Negosiasi yang dijadwalkan dimulai Hari Sabtu ini, menurut sumber-sumber tersebut, mungkin akan berlangsung lebih dari satu hari.