Pesawat Angkut Penerjun Payung Jatuh dan Tewaskan 16 Orang, Rusia Tangguhkan Seluruh Penerbangan Let L-410

JAKARTA - Sebuah pesawat yang membawa sekelompok penerjun parasut jatuh setelah lepas landas di wilayah Tatarstan, Rusia, Minggu pagi, menewaskan 16 orang dan melukai enam lainnya, sebut Kementerian Darurat Rusia.

Mengutip Reuters 11 Oktober, saat berada di ketinggian 70 meter, pilot melaporkan pesawat mengalami kegagalan mesin sebelah kiri, kemudian mencoba melakukan pendaratan darurat di Kota Menzelinsk, mencoba membelokkan pesawat ke kiri untuk menghindari daerah berpenghuni, kata gubernur regional.

Namun sayap pesawat menabrak kendaraan Gazelle saat pesawat mendarat dan terbalik, ujar Gubernur Tatarstan Rustam Minnikhanov.

Sementara itu pihak Kementerian Kesehatan mengatakan, pesawat itu membawa 20 penerjun payung dan dua awak. Enam orang berada dalam kondisi serius.

Pesawat angkut jarak pendek bermesin ganda Let L-410 Turbolet dimiliki oleh sebuah aeroclub di Kota Menzelinsk. Pihak Aeroclub menolak berkomentar, mengutip penyelidikan penegakan hukum atas insiden kecelakaan pesawat tersebut.

Komite Investigasi Rusia, yang menyelidiki kejahatan berat, mengatakan telah membuka penyelidikan kriminal atas dugaan pelanggaran peraturan keselamatan.

Terpisah melansir, Angkatan Darat Rusia, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Sukarelawan Masyarakat (DOSAAF) telah menangguhkan semua penerbangan pesawat L-410 menunggu akhir penyelidikan jatuhnya pesawat L-410 di Tatarstan, DOSAAF melaporkan pada Hari Minggu waktu setempat.

"Atas instruksi dari Ketua Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Sukarelawan, Alexander Kolmakov, semua penerbangan pesawat tipe L-410 telah ditangguhkan sampai akhir penyelidikan," sebut DOSAFF, melansir TASS.

Untuk diketahui, kosmonot menggunakan area tersebut untuk pelatihan dan aeroclub telah menjadi tuan rumah kejuaraan lokal, Eropa dan satu kejuaraan dunia, ujar direktur klub Ravil Nurmukhametov, menurut TASS.

Sementara itu, Pusat Pelatihan Kosmonot yang dikelola negara telah menangguhkan hubungannya dengan aeroclub sambil menunggu penyelidikan.

Untuk diketahui, standar keselamatan penerbangan Rusia telah diperketat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi kecelakaan terus terjadi, terutama di daerah terpencil.

Sebuah pesawat angkut Antonov An-26 yang sudah tua jatuh di timur jauh Rusia bulan lalu yang menewaskan enam orang. Sementara, semua 28 orang di dalam pesawat turboprop bermesin ganda Antonov An-26 tewas dalam kecelakaan di Kamchatka pada Bulan Juli.