Hyundai Tawarkan Pembangkit Listrik Sel Bahan Bakar Hidrogen untuk Balapan Kendaraan Listrik

JAKARTA - Produsen otomotif asal Korea Selatan Hyundai Motor mengumumkan kesiapannya, untuk menyediakan pembangkit listrik sel bahan bakar hidrogen dalam balapan touring pertama kendaraan listrik (EV) di dunia. 

Dalam pengumuman yang dikeluarkan Jumat 11 Juni waktu setempat, Hyundai berharap bisa memperlihatkan ke publik teknologi mutakhirnya dalam pembangkit listrik sel bahan bakar hidrogen dalam gelaran Electric Touring Car Racing (ETCR).

ETCR dimaksudkan untuk menjadi kompetisi untuk mobil listrik murni. Hyundai Motor mengatakan akan bergabung dengan balapan tersebut sebagai peserta, sekaligus menyediakan pembangkit listrik sel bahan bakar HTWO untuk membantu semua tim yang berpartisipasi mengoperasikan EV berkinerja tinggi mereka.

"Acara ETCR akan menjadi ajang ujicoba untuk mobil listrik berkinerja tinggi kami, sehingga kami dapat lebih meningkatkan sistem listrik di EV. Juga, kami akan mencari peluang bisnis baru untuk sistem pembangkit listrik sel bahan bakar kami," sebut Hyundai dalam pernyataannya Jumat 11 Juni seperti melansir Korea Times.

"Sangat berarti bahwa sistem sel bahan bakar hidrogen akan memainkan peran pengisian EV yang bergabung dengan ETCR, acara balap perdana untuk EV performa tinggi," kata seorang pejabat Hyundai. 

Hyundai Motor Fuel Cell System. (Sumber: Hyundai.com)

"Kami akan terus menyediakan HTWO ke berbagai industri untuk mendapatkan keunggulan yang kuat di pasar tenaga hidrogen," sambungnya pejabat tersebut. Acara ETCR akan diadakan di Vallelunga, Italia, dari 18 hingga 20 Juni. 

Bertujuan untuk menjadikan energi bersih sebagai mesin pertumbuhan berikutnya, Hyundai Motor Group memperluas jajaran produknya ke EV dan sistem tenaga sel bahan bakar.

Pada Hari Kamis, perusahaan setuju untuk membentuk dewan sel bahan bakar dengan konglomerat lain termasuk SK, POSCO dan Hyosung untuk mempercepat transisi energi dengan tenaga hidrogen.

Hyundai telah diakui untuk teknologi sel bahan bakar kelas dunia yang ditampilkan dalam kendaraan listrik sel bahan bakar hidrogen NEXO (FCEV). 

Selain untuk otomotif, Hyundai Motor berharap pembangkit listrik sel bahan bakar seluler HTWO akan memainkan peran utama dalam mengembangkan listrik darurat di daerah terpencil, di mana pasokan listrik sulit ditemukan.

Untuk diketahui, sistem pembangkit listrik sel bahan bakar selulernya adalah modul pembangkit listrik 160 kilowatt yang dapat mengisi dua EV secara bersamaan dalam waktu kurang dari satu jam.