Desa Kecil di Prancis Ini Berani 'Menolak' Internet Elon Musk

JAKARTA - Elon Musk memang salah satu miliarder sekaligus orang terkaya di dunia. Tapi, penduduk desa kecil di Prancis, Saint-Senier-de-Beuvron berani berkata 'tidak' terhadap rencana Musk.

Musk, pendiri SpaceX dan pembuat mobil listrik Tesla, memiliki cita-cita untuk mengirim ribuan satelit untuk menyiadakan layanan internet cepat untuk berbagai daerah terpencil di dunia. 

Pada Februari lalu, Musk mengatakan layanan internet Starlink dikembangkan SpaceX, akan menjangkai sebagian besar wilayah di bumi pada akhir tahun ini. Untuk mewujudkannya, miliarder teknologi itu berencana memasang jaringan antena internasional.

Tetapi Saint-Senier-de-Beuvron, Normandia, Prancis yang terletak hanya 20 kilometer dari biara Mont Saint-Michel yang megah di Selat Inggris, tidak terlalu senang dipilih sebagai stasiun bumi untuk layanan tersebut.

"Proyek ini benar-benar baru. Kami tidak mengetahui dampak sinyal ini. Sebagai tindakan pencegahan, dewan kota mengatakan tidak," kata wakil walikota desa, Noemie Brault, melansir Euronews.

Antena di darat nantinya akan menangkap sinyal dari jaringan satelit, kemudian mengirimkannya ke terminal pengguna individu yang dihubungkan dengan kabel.

Brault, yang juga seorang petani, mengklaim kalau 'masyarakat tidak memiliki data' tentang efek akhir dari sinyal tersebut pada kesehatan manusia atau hewan.

Terpisah, Badan frekuensi radio nasional Prancis ANFR, yang menyetujui stasiun Starlink mengatakan, stasiun-stasiun itu tidak menimbulkan risiko bagi penduduk, paling tidak karena mereka akan memancarkan langsung ke langit. Sudah ada sekitar 100 situs serupa di seluruh Prancis dan teknologi di balik Starlink telah digunakan selama sekitar 50 tahun.

Namun, klaim tersebut belum cukup meyakinkan beberapa peternak lokal, di antaranya Jean-Marc Belloir, yang khawatir sapinya akan mulai memproduksi lebih sedikit susu.

"Di pertanian kami, kami selalu online. Sapi-sapi saya dihubungkan, jam tangan pintar saya memperingatkan saya ketika mereka akan melahirkan," kata Belloir. 

"Tapi ketika Anda melihat jangkauan antena ini, harus ada beberapa penelitian" tentang potensi dampaknya," tukas pria yang membaptis anak sapi terbarunya bernama 'SpaceX du Beuvron', gabungan perusahaan milik Elon Musk dengan nama anak sungai yang melintasi desanya.

Kontraktor Starlink sendiri telah mendapatkan persetujuan peraturan Prancis untuk memulai pembangunan di Saint-Senier, salah satu dari empat lokasi yang direncanakan untuk Prancis. Mereka yakin, setelah mereka mengajukan kembali permintaan mereka, dewan desa kemungkinan besar tidak akan dapat memblokir pemasangan antena.