28 Februari dalam Sejarah: Tragedi Moorgate, Kecelakaan Kereta Bawah Tanah Terburuk di Inggris
Kecelakaan Moorgate (Sumber: Londonfire.gov.uk)

Bagikan:

JAKARTA - Kereta bawah tanah nomor 0838 berangkat dari Drayton Park menuju Moorgate di cabang Highbury. Kereta yang berangkat terlambat 30 detik itu membawa 300 penumpang. Hari itu, 28 Februari 1975, kereta tersebut nahas. Perjalanan itu jadi kecelakaan kereta bawah tanah terburuk dalam sejarah Inggris.

"Saat kegelapan datang, ada suara yang sangat keras, logam dan kaca pecah, tidak ada jeritan, semua dalam sepersekian detik yang dibutuhkan untuk menarik napas. Semuanya berakhir dalam waktu singkat,” korban selamat, Javier Gonzalez berbicara kepada BBC.

Kecelakaan terjadi ketika kereta mendekati tujuan sekitar pukul 08.46 pagi. Kereta gagal melambat, melaju dengan kecepatan 30 mil per jam sampai 40 mil per jam. Kereta dengan enam gerbong itu pun menabrak dinding di ujung terowongan, menghancurkan gerbong pertama, kedua, dan setengah dari gerbong ketiga. Leslie Newson, yang mengoperasikan meninggalkan kisahnya sendiri.

Kondisi dalam gerbon kereta (Sumber: london-fire.gov.uk)

Saat kecelakaan, pria 56 tahun itu membawa hampir 300 poundsterling tunai untuk membelikan putrinya mobil. Saat kecelakaan ia tidak bergerak atau mengangkat tangan untuk melindungi wajahnya. Staf di Moorgate segera menelepon layanan darurat. Ambulans pertama tiba di tempat kejadian hanya delapan menit setelah benturan.

Kecelakaan keras itu menyebabkan kegelapan total di Stasiun Moorgate. Debu dan jelaga memenuhi terowongan. Newson tewas bersama 42 penumpang lain. Sementara, 74 lain luka. Mereka dilarikan ke rumah sakit.

Evakuasi korban

Proses evakuasi korban (Sumber: london-fire.gov.uk)

Evakuasi dilakukan. Gerard Kemp dari Daily Telegraph jadi satu-satunya jurnalis yang diizinkan meliput. Kemp menggambarkan evakuasi itu sebagai "kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Ia menjelaskan adegan evakuasi dengan banyak anggota tubuh berantakan di tengah besi-besi yang hancur. Butuh ratusan polisi, staf ambulans, anggota Salvation Army, dan lebih dari 1.300 petugas pemadam kebakaran. Evakuasi berlangsung empat hari untuk membawa semua orang di dalamnya.

Seorang polisi wanita muda berhasil diselamatkan dari gerbon terdepan 12 jam setelah peristiwa. Tim evakuasi mengeluarkan polisi wanita itu setelah mengamputasi kakinya. Tak sampai 13 jam dan 19 menit setelah tabrakan, korban terakhir diselamatkan.

Kemp mendeskripsikan tantangan suhu yang dihadapi semua orang di dalam terowongan. “Salah satu masalah terbesar adalah panas yang hebat di sana. Itu pasti 120 derajat. Rasanya seperti membuka pintu oven."

Tubuh pengemudi, Newson ditemukan pada 4 Maret, empat hari setelah tabrakan. Di sekitar jasad Newson ditemukan uang yang ia bawa untuk membelikan putrinya mobil. Tas Newson berisi jadwal kerja, salinan buku panduan, dan dua buku catatan. Salah satu buku catatannya berisi informasi tentang bagaimana menangani cacat dan kegagalan operasi kereta api.

 

Sejarah Hari Ini Lainnya