Ketika Adolf Hitler Keluar dari Penjara dalam Sejarah Hari Ini, 20 Desember 1924

JAKARTA - Hari ini, 20 Desember 97 tahun lalu atau pada 1942, Adolf Hitler bebas dari penjara. Sebelumnya, Politikus Partai Nazi ini dibui selama lima tahun di Penjara Landsberg. Namun ia hanya menginap di hotel prodeo selama sembilan bulan dan kemudian dibebaskan.

Mengutip History, Landsberg adalah penjara yang relatif nyaman, ditujukan untuk narapidana yang dianggap sesat. Hitler diizinkan untuk menerima pengunjung serta menerima surat penggemar. Dibantu oleh wakilnya Rudolf Hess, Hitler menulis volume pertama dari autobiografi politiknya, 'Mein Kampf' (Perjuangan Saya). Buku tersebut, pertama kali diterbitkan pada 1925, didedikasikan untuk mentor pertamanya, Dietrich Eckart.

Popularitas Hitler meningkat sejak menjalani persidangan. Pidato pembelaannya dicetak di surat kabar. Pidato Hitler berisikan tentang keadaan Jerman yang buruk pascaperang. Dia menyalahkan orang-orang Yahudi, Marxisme, dan Prancis atas semua masalah negara.

Buku Autobiografi Hitler 'Mein Kampf' (Foto: Wikimedia Commons)

Para hakim yang condong konservatif tidak melakukan apa pun untuk menghentikan Hitler. Para jaksa, yang diancam oleh pengikut Hitler, enggan menantang Hitler. Terlepas dari keyakinannya, Hitler keluar dari penjara dengan posisi politiknya yang lebih kuat dari sebelumnya.

Adolf Hitler sendiri dipenjara karena perannya dalam Beer Hall Putsch pada 8 November 1923. Peristiwa tersebut merupakan upaya kudeta gagal oleh Partai Nazi. Tujuan dari kudeta itu adalah meruntuhkan pemerintahan demokrasi. Hitler kemudian didakwa atas pengkhianatan tingkat tinggi.

Titik balik Hitler

Jerman berada di tengah-tengah krisis nasional pada awal 1920-an. Setelah Perang Dunia I, ekonominya berantakan, dan hiperinflasi menyebabkan ketidakpuasan yang meluas. Hitler telah memimpin Partai Nazi sejak 1921. Partai Nazi terkenal akan kelompok politik yang mempromosikan kebanggaan Jerman, anti-Semitisme, dan tidak senang dengan ketentuan Perjanjian Versailles, yaitu penyelesaian damai yang mengakhiri Perang Dunia I dan membutuhkan banyak konsesi dan reparasi dari Jerman.

Mengutip Britannica, selama Hitler dipenjara, Partai Nazi merana akibat pertikaian internal. Setelah Hitler bebas, ia menghadapi kesulitan yang belum pernah ada. Saat itu stabilitas ekonomi telah dicapai dengan reformasi mata uang. Hitler dilarang berpidato, pertama di Bavaria, kemudian di banyak negara bagian Jerman lainnya. Namun demikian, Partai Nazi tumbuh perlahan. Pada 1926, Hitler berhasil menguatkan posisinya melawan Gregor Strasser, yang memiliki banyak pengikut di Jerman Utara.

Hitler kemudian membuat aliansi dengan nasionalis Alfred Hugenberg. Dengan bantuan surat kabar Hugenberg, untuk pertama kalinya Hitler dapat menjangkau khalayak nasional. Aliansi itu juga memungkinkan Hitler mencari dukungan dari banyak raja bisnis dan industri yang mengendalikan dana politik dan ingin sekali menggunakannya untuk mendirikan pemerintahan sayap kanan yang kuat dan antisosialis.

Subsidi yang diterima Hitler dari para industrialis menempatkan Partai Nazi pada pijakan keuangan yang aman dan memungkinkannya untuk mengefektifkan daya tarik emosionalnya kepada kelas menengah ke bawah dan para pengangguran. Hal tersebut berdasarkan keyakinan Hitler bahwa Jerman akan bangkit dari penderitaan.

Hitler menyebar propaganda yang menentang kegagalan pemerintah untuk memperbaiki kondisi selama Depresi Besar atau krisis malaise, menghasilkan kekuatan elektoral Partai Nazi yang terus meningkat. Partai Nazi menjadi yang terbesar kedua di Jerman, naik dari 2,6 persen suara dalam pemilihan nasional pada 1928 menjadi lebih dari 18 persen pada September 1930. Pada 1932 Hitler menantang Paul von Hindenburg dalam pemilihan presiden.

Adolf Hitler saat kampanye kepresidenan (Foto: Wikimedia Commons)

Menyadari bahwa posisinya lebih kuat, Hitler melakukan serangkaian intrik dengan kaum konservatif seperti Franz von Papen, Otto Meissner, dan putra Hindenburg, Oskar. Terlepas dari penurunan suara Partai Nazi pada November 1932, Hitler bersikeras bahwa jabatan kanselir adalah satu-satunya jabatan yang ia terima. Pada 30 Januari 1933, Hindenburg memberi Hitler jabatan kanselir Jerman.

Terpilihnya Hitler sebagai kanselir menandai titik balik penting bagi Jerman dan dunia. Rencananya adalah menghapus politik dan menjadikan Jerman negara satu-partai yang kuat dan bersatu. Hitler segera memerintahkan perluasan cepat polisi negara bagian, Gestapo, dan menempatkan Hermann Goering sebagai penanggung jawab pasukan keamanan baru yang seluruhnya terdiri dari anggota Partai Nazi.

Pasukan tersebut berdedikasi untuk membasmi pihak-pihak yang memungkinkan menjadi oposisi partainya. Sejak saat juga, hanya sedikit yang bisa dilakukan Hindenburg atau siapa pun untuk menghentikan Hitler lebih berkuasa.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH HARI INI atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

SEJARAH HARI INI Lainnya