Sumbangan Uang Kripto Cardano Hadirkan Layanan Internet di Afrika
Cardano invasi ke benua Afrika (Cryptonomist)

Bagikan:

JAKARTA – Cardano (ADA) terus memperluas jangkauannya di Afrika. Belum lama ini perusahaan Input Output dan World Mobile Group bekerja sama untuk membangun akses internet, layanan sosial, dan sistem keuangan di Tanzania melalui teknologi blockchain Cardano.

Dari 1,3 miliar penduduk benua Afrika, lebih dari 700 juta warganya tidak bisa mengakses layanan internet. World Mobile memanfaatkan teknologi Cardano guna memberikan akses internet dan sebagainya untuk para penduduk Tanzania.

Melansir Cryptopotato, berdasarkan laporan tersebut perusahaan akan memulai proyeknya dari pulau Zanzibar. Mereka bertujuan untuk memberikan layanan internet berkualitas dengan menggunakan sumber energi bertenaga surya.

“World Mobile telah membangun jaringan berdasarkan hubungan baru antara manusia dan konektivitas di mana kepemilikan, tata kelola, dan identitas bekerja untuk memberdayakan pengguna dan membuat akses tersedia untuk semua dengan cara yang berkelanjutan,” kata CEO World Mobile, Micky Watkins.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya menyambut positif kerja sama tersebut dan berusaha membuka dunia baru bagi penduduk di sana.

“Saya senang telah menjalin kerja sama simbolis ini dengan Input Output. Bersama-sama, (kami) berupaya untuk membuka dunia baru,” tambah Watkins.

Informasi tersebut datang setelah Cardano mengumumkan kemitraannya dengan negara Afrika lain. Pada 27 April lalu, ADA bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Ethiopia untuk membuat ID nasional berbasis blockchain dan sistem pencatatan pencapaian di negara tersebut.

Hingga saat ini ADA merupakan mata uang kripto yang memiliki kapitalisasi pasar keenam terbesar dalam jajaran uang kripto lainnya. Sebagai informasi, Cardano sendiri merupakan proyek blockchain pertama yang berbasis riset akademik peer-review. Nama Cardano sendiri diambil dari nama seorang ahli matematika zaman Renaisans yakni Girolamo Cardano.