JAKARTA - Bitcoin mengalami penurunan tajam ke level terendahnya selama tiga bulan terakhir, ke level 88.000 dolar AS atau sekitar Rp1,43 miliar. Artinya, Bitcoin turun sebesar 7,86 persen dalam 24 jam terakhir.
Melansir CoinMarketCap, kapitalisasi pasar Bitcoin sekarang mencapai 1,74 triliun dolar AS dan volume perdagangan 24 jam meroket sebesar 192,86 persen menjadi 72,94 miliar dolar AS.
Ajaib Kripto mencatat bahwa berdasarkan data historis, Bitcoin selalu mencatat kinerja positif di bulan Februari selama 5 tahun terakhir. Namun, dengan hanya beberapa hari tersisa di bulan ini, pasar menghadapi tantangan besar untuk membalikkan tren bearish saat ini.
Menurut data dari Coinglass, BTC telah mencatat kenaikan signifikan dalam bulan Februari selama beberapa tahun terakhir, termasuk +36,78 persen pada 2021 dan +43,55 persen pada 2024. Namun, Februari 2025 sejauh ini tidak menunjukkan pola yang sama.
“BTC terus berusaha menembus level psikologis 100.000 dolar AS (Rp1,63 miliar), namun dalam tiga pekan terakhir masih tertahan,” kata Financial Expert Ajaib, Panji Yudha.
BACA JUGA:
Sebelumnya Panji mengatakan bahwa BTC berada di ambang support 91.000 dolar AS (Rp1,48 miliar), di mana jika mampu rebound, ada potensi kenaikan menuju 95.000 dolar AS (Rp1,54 miliar).
Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan BTC turun dari level support, harga bisa melanjutkan koreksi hingga 88.000 (Rp1,43). Melihat fakta saat ini, tampaknya Bitcoin gagal rebound ke angka Rp1,54 miliar.
Namun, di tengah ketidakpastian ini, Panji menyarankan investor untuk melakukan pemantauan sentimen pasar dan kesiapan menghadapi pergerakan ekstrim di masa depan.