Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu), tengah mengembangkan fitur chatbot AI (Artificial Intelligence) yang diberi nama Sahabat Artifisial Migran Indonesia (SARI). 

Chatbot ini dibangun bersama antara Kementerian Luar Negeri RI dengan UN Women, yang nantinya akan disematkan menjadi sebuah fitur di aplikasi Safe Travel. 

Direktur Jenderal Perlindungan WNI, Judha Nugraha, juga berharap chatbot SARI ini dapat mendeteksi bahasa daerah seperti Jawa, dan lain sebagainya. 

Bahkan, Judha menambahkan, chatbot SARI sudah dilatih untuk bisa merespon kebutuhan penggunanya, sambil memberikan empati kepada mereka. 

Portal Peduli WNI merupakan web base. Sedangkan Safe Travel merupakan mobile application yang bisa diunduh di App Store maupun Play Store.

Peduli WNI diperuntukan bagi WNI yang menetap di luar negeri. Sedangkan Safe Travel, lanjut Judha, didedikasikan untuk WNI yang melakukan perjalanan singkat ke luar negeri, meski juga bisa digunakan WNI yang menetap di luar negeri.

SARI bukanlah satu-satunya chatbot yang dibuat oleh pemerintah. Sebelum Kemlu, Kementerian Agama sudah meluncurkan InVIA Bot (Inspectorate Virtual Intelligent Assistant) pada 2024, yang dirancang untuk membantu tugas pengawasan internal dan meningkatkan pelayanan kepada pemangku kepentingan.

Selain itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga sudah memiliki TIWI (Thoughtful Indonesia Wonderful Indonesia), chatbot berbasis AI yang diluncurkan pada tahun 2020 untuk memberikan informasi terkait pariwisata dan ekonomi kreatif kepada masyarakat selama 24 jam. 

Bahkan, sejak 2022, Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki chatbot Literasi Digital Siberkreasi, yang bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat dan dapat diakses melalui WhatsApp di nomor 0811-105-99977. 

Serta Chatbot WhatsApp PeduliLindungi, yang diluncurkan pada tahun 2021 dari Kementerian Kesehatan, untuk mempercepat respons pengaduan masyarakat terkait perbaikan sertifikat vaksinasi dan informasi lainnya melalui WhatsApp.