Bagikan:

YOGYAKARTA – Sejumlah negara melarang penggunaan chatbot kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, lantaran khawatir dengan keamaan data dan privasi pengguna. Simak daftar negara yang melarang DeepSeek dalam ulasan di bawah ini.

DeepSeek adalah perusahaan AI yang berbasis di Hangzhou, China. Perusahaan ini didirikan oleh Liang Wenfeng pada 2023. DeepSeek mengembangkan model bahasa besar (LLM) open-sourcer yang dirancang untuk menyaiki model-model terkemuka seperti ChatGPT yang dimiliki OpenAI

DeepSeek merogoh kocek sekitar 6 juta dolar AS (sekitar Rp97 miliar) untuk mengembangkan dua model AI, yakni DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1.

Dana yang dikeluarkan DeepSeek terpaut jauh dari biaya pengembangan ChatGPT-4 yang mencapai 63 juta dolar AS (sekitar Rp1 triliun), menurut laporan TeamGPT.

Meski berhasil mengembangkan Chatbot AI canggih, produk digital buatan DeepSeek dilarang digunakan di banyak negara. Bahkan, terdapat negara yang memblokir DeepSeek karena khawatir akan adanya ancaman keamanan data.

Daftar Negara yang Melarang DeepSeek

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah daftar negara yang melarang warganya menggunakan Chatbot AI buatan DeepSeek:

  1. Korea Selatan

Melansir VOI, sejumlah Kementerian dan lembaga instansi pemerintahan Korea Selatan memblokir akses karyawan ke DeepSeek, karena masalah keamanan.

Hal ini disampaikan oleh seoran pejabat Kementerian Perindustrian Korsel pada Rabu, 5 Februari 2025. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya kewaspadaan pemerintah terhadap layanan AI generatif.

Pemerintah Korsel mengeluarkan pemberitahuan pada Selasa, 4 Februaru, yang meminta Kementerian dan lembaga pemerintahan untuk berhati-hati dalam menggunakan layanan AI, termasuk DeepSeek dan ChatGPT, dalam lingkungan kerja.

Adapun Kementerian yang mengambil kebijakan ini yakni Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Legislasi Pemerintah, Kementerian Pendidikan, Badan Audit dan Inspeksi, Kementerian Pertahanan, serta Komisi Anti Korupsi dan Hak Sipil.

  1. India

Menyadur laman Times of India, pemerintah India melarang warganya menggunakan perangkat dan aplikasi AI seperti DeepSeek dan ChatGPT pada komputer dan perangkat kantor.

Pembatasan akses ke chatbot AI ini diambil karena melihat adanya risiko ancaman terhadap kerahasiaan data dan dokumen pemerintah.

  1. Taiwan

Kementerian Urusan Digital Taiwan telah mengeluarkan larangan penggunaan DeepSeek di instansi pemerintah lantaran khawatir dengan potensi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh aplikasi tersebut.

  1. Italia

Otoritas Perlindungan Data Italia juga mengeluarkan larangan penggunaan DeepSek. Aturan ini sudah diumumkan ke publik pada 30 Januari lalu.

Larangan ini muncul karena Garante merasa DeepSeek tidak mampu memberikan informasi yang jelas tentang bagaimana sistem mereka menggunakan data pribadi yang diberikan oleh pengguna.

  1. Amerika Serikat

Menurut laporan The Wall Street Journal pada Kamis, 6 Februari 2025, anggota parlemen AS berencana untuk memperkenalkan rancangan undang-undang pemerintah untuk memblokir DeepSeek dari perangkat milik pemerintah.

Akhir Januari lalu, badan Antariksa AS, NASA, bahkan telah memblokir DeepSeek dari sistemnya dan perangkat milik karyawan.

  1. Perancis

Perancis juga masuk dalam daftar negara yang melarang DeepSeek. Pemerintah negara itu disebut sedang mengambil langkah untuk membatasi akses DeepSeek di instansi pemerintah.

Perancis disebut akan menanyai DeepSeek untuk mendapatkan informasi lebih jelas tentang bagaimana sistem chatbot AI milik mereka bekerja dan terkait dengan masalah risiko privasi penggunanya.

  1. Australia

Pemerintah Asutalia melarang penggunaan DeepSeek di semua perangkat pemerintah lantaran khawatir dengan risiko keamanan.

Menyadur Reuters, Sekretaris Departemen Dalam Negeri Australia mengeluarkan intruksi bagi semua entitas pemerintah untuk mencegah penggunaan atau pemasangan produk, aplikasi, dan layanan web DeepSeek.

Demikian informasi tentang daftar negara yang melarang DeepSeek. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+