Bagikan:

JAKARTA - Sebuah inovasi terbaru dalam pengobatan tinnitus telah muncul dengan penggunaan headphone yang mampu mengalihkan suara dari satu telinga ke telinga lainnya. Tinnitus, yang memengaruhi sekitar lima juta orang di Inggris, dapat mengalami penurunan signifikan melalui pendekatan ini.

Metode ini mengacu pada terapi cermin yang digunakan untuk nyeri anggota tubuh fantom. Ketika suara datang dari sisi kanan pengguna, mikrofon di headphone akan menangkapnya dan mengarahkannya ke telinga kiri, dan sebaliknya.

Peneliti percaya bahwa dengan mengacaukan arah suara, di mana mata memberi sinyal ke otak bahwa suara datang dari satu tempat tetapi telinga memberi sinyal sebaliknya, membantu "memprogram ulang" saraf pendengaran. Hal ini dapat mengurangi intensitas tinnitus.

Hasil dari uji coba kecil yang dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan headset selama dua jam sehari selama tiga minggu dapat mengurangi tinnitus secara signifikan. Metode ini menawarkan harapan baru bagi mereka yang menderita tinnitus jangka panjang yang sering kali disertai dengan gangguan pendengaran.

Tinnitus terjadi ketika sel-sel rambut kecil di telinga bagian dalam mengalami stres dan memancarkan lebih banyak bahan kimia bernama glutamat. Kondisi ini menyebabkan "badai glutamat" yang memicu saraf di telinga dalam. Dengan "mengalihkan" perhatian saraf pendengaran, metode ini dapat mengurangi persepsi terhadap tinnitus.

Dr. Will Sedley, seorang dosen neurologi di Universitas Newcastle, menyambut baik terapi ini, meskipun ia menekankan perlunya hasil uji coba lebih lanjut. Sedangkan terapi bicara tetap menjadi pilihan efektif bagi banyak orang yang menderita tinnitus.

Dengan demikian, headphone yang mampu mengalihkan suara dari satu telinga ke telinga lainnya menawarkan solusi potensial yang menarik untuk meredakan tinnitus, meskipun perlu dilakukan lebih banyak penelitian untuk memvalidasi keefektifannya.