Bagikan:

JAKARTA – Pesawat Antariksa Juno milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali mendekati bulan Jupiter, yaitu Io. Pendekatan ini dilakukan pada Sabtu, 3 Februari lalu.

Sama seperti pendekatan yang dilakukan pada 30 Desember lalu, Juno memantau bulan Io dari jarak 1.500 kilometer di atas permukaan. Dengan jarak yang semakin dekat dengan permukaan, Juno akan menghasilkan data yang lebih jelas.

Nantinya, data yang diperoleh Juno akan diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan dan insinyur. Data ini akan, “memberikan wawasan baru tentang cara kerja mesin vulkanik Io dan apakah terdapat lautan magma global di bawah permukaan berbatu Io.”

NASA yakin data yang diperoleh Juno bisa meningkatkan wawasan karena mereka menggunakan Jovian Inframerah Auroral Mapper (JIRAM). Instrumen ini digunakan untuk memantau keadaan permukaan dengan mengumpulkan tanda-tanda panas dari gunung berapi di Io.

Selain mengamati permukaan bulan Jupiter dengan teknologi JIRAM, Juno juga memiliki kamera yang dipasang di sudut badannya. Kamera dengan nama JunoCam ini akan menghasilkan gambar permukaan vulkanik Io yang terlihat lebih jelas.

Setelah data dari JIRAM dan JunoCam dikumpulkan, NASA akan menggambungkan data tersebut dengan hasil pengamatan Juno sebelumnya. Pada September 2017, Juno sempat melewati Io dengan jarak 27.516 kilometer dari permukaan.

Sesuai dengan rencana NASA sejak tahun lalu, Juno akan mendekati bulan Io sebanyak dua kali. Setelah pendekatan kedua ini, Juno akan menjauh dari Io dan mungkin mengamati planet atau bulan lain yang menjadi target dari ilmuwan NASA.