Pathfinder 1: Pesawat Listrik Berawak LTA Research dengan Misi Nol Karbon
Pesawat listrik berawak Pathfinder 1 telah diuji coba (foto: dok. LTA Research)

Bagikan:

JAKARTA – Pathfinder 1, kapal udara bertenaga listrik terbesar di dunia, belum lama ini menjalani ujar terbang pertama. Pesawat itu diterbangkan selama 5 menit di Moffet Field, Bandara Palo Alto.

Lighter Than Air (LTA) Research, selaku pengembang Pathfinder, berusaha mengembangkan pesawat yang mampu mengangkut banyak orang dan kargo, tetapi bisa tetap melaju secara cepat tanpa khawatir dengan masalah emisi karbon.

Semua inovasi itu mereka tambahkan di Pathfinder 1. LTA menekankan bahwa emisi karbon dioksida yang dihasilkan dari sektor penerbangan mencapai 1 miliar metrik ton. Dengan besarnya emisi ini, Pathfinder 1 dibuat dengan misi nol karbon.

Selama beroperasi, Pathfinder akan menggunakan panel surya yang diuji secara aktif oleh LTA. Panel ini akan menggunakan sel bahan bakar hidrogen untuk menggerakan sistem propulsi listrik.

Selain mengurangi karbon, perusahaan itu juga berusaha mengurangi penggunaan helium. Menurut LTA, helium merupakan sumber daya yang sangat berharga sehingga Pathfinder 1 akan menampung dan mendaur ulang helium setiap kali digunakan.

Perlu diketahui bahwa Pathfinder dibangun atas dasar kemanusiaan. Artinya, pesawat ini bisa digunakan untuk mempercepat upaya pertolongan saat terjadi suatu bencana atau bantuan kemanusiaan lainnya yang mengancam banyak nyawa.

Pesawat ini bisa mengirimkan banyak makanan, peralatan penting, perbekalan, hingga bantuan penyelamatan lainnya ke suatu daerah tanpa perlu didaratkan di landasan udara atau zona pendaratan.

Sejalan dengan dukungan ini, muatan dari Pathfinder diperluas. Pesawat ini mampu membawa muatan berupa manusia maupun barang sekitar 2.000 hingga 5.000 kilogram. Jumlah ini tergantung pada berat akhir pesawat dan misinya.

Perlu diketahui bahwa Pathfinder memiliki banyak fitur yang membantu pesawat bekerja secara maksimal. Pertama, pesawat ini menggunakan 12 motor listrik yang mampu memberikan kontrol arah efektif karena bisa berputar dari +180° hingga -180°.

Pesawat ini dikendalikan dengan sistem fly-by-wire yang menggabungkan perintah joystick dari pilot dengan data umpan balik sensor. Gabungan perintah ini akan menggerakkan 12 motor listrik dan empat kemudi sirip untuk menerbangkan pesawat.

Selain itu, Pathfinder 1 memiliki sensor Lidar yang menghitung volume helium dan sel gas secara akurat. Sensor ini akan membantu pilot dalam menyeimbangkan pesawat, melacak kinerja, dan mengoperasikan pesawat.

LTA sempat menjelaskan bahwa Pathfinder 1 memiliki 13 kantong helium untuk memberikan daya angkat dan apung yang cukup baik. Kantong ini dibuat dengan bahan nilon ripstop yang dilapisi uretan. Pengisian dari kantong ini bervariasi, sesuai dengan ketinggian yang akan ditempuh pesawat.