Dapat Lampu Hijau dari Luhut, Tesla Siap Kirim Proposal Penawaran ke Indonesia
Elon Musk dan mobil listrik Tesla (Forbes)

Bagikan:

JAKARTA - Tesla makin tertarik untuk membangun pabriknya di tanah air. Perusahaan otomotif milik Elon Muk itu pun akan segera mengirim proposal resmi ke Indonesia. 

Informasi tersebut disampaikan langsung Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Dia mengungkapkan bahwa sebenarnya hal tersebut bersifat rahasia sehingga tidak bisa bicara panjang lebar. Pasalnya perjanjian tersebut bersifat rahasia atau Non Disclosure Agreement (NDA).

“Ya kita belum tahu berapa besarnya tapi yang kami tahu dan kami belum bisa men-disclose terlalu detail ke publik tapi kami sudah enam kali ber-video call dan NDA sudah selesai ditandatangani dan saya pikir hari ini atau besok kami akan menerima proposal dari mereka,” ujar Luhut seperti yang dikutip dalam kanal YouTube IDX, Kamis, 4 Februari.

Rencananya Tesla akan mengirimkan proposal penawaran yang meliputi nilai investasi dan rencana hingga berbagai urusan teknis lainnya. RI dan Tesla sudah beberapa kali melakukan pembicaraan secara virtual.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Tesla akan mengirim utusannya ke RI pada Januari lalu. Namun, rencana tersebut terpaksa ditunda karena pandemi yang melanda dunia.

Menurut Septian Hario Seto selaku Deputi Investasi & Pertambangan Kemenko Marves mengatakan nantinya Tesla akan berinvestasi dalam dua hal yaitu produksi baterai dan sistem penyimpanan energi atau yang biasa disebut sebagai energy storage system.

Sebagai informasi, energy storage system merupakan giga baterai dengan skal besar yang berfungsi menampung tenaga listrik dalam daya besar. Hal ini berfungsi untuk menjadi stabilisator dan pembangkit peaker.

“Ini yang juga mereka bicarakan. Mereka teknologi sangat advance di Australia, beberapa proyek sudah dilakukan dan sangat berhasil,” ujar Septian.

 

Ia juga mengatakan bahwa teknologi baterai Tesla merupakn yang terbaik jika dibandingkan CATL atau LG. Menurutnya, Tesla mempunyai teknologi baterai yang lebih maju. Sampai saat ini pemerintah masih menuggu proposal dari Tesla.