Bagikan:

JAKARTA - Aplikasi konferensi video Zoom benar-benar membatalkan kebijakan barunya dalam menggunakan data pelanggan.

Sebelumnya, Zoom memperbarui persyaratan layanannya yang memberi mereka kemampuan tak terbatas menggunakan data pelanggan untuk melatih model Kecerdasan Buatan (AI) atas persetujuan mereka.

Tetapi karena pemberitahuan atau meminta persetujuan itu hanya saat pelanggan bergabung dalam rapat online, beberapa dari mereka menganggap cara Zoom ini sangat licik, untuk mengambil data AI dalam situasi di mana orang tidak memiliki banyak pilihan.

Dengan banjirnya penolakan dari pelanggan, perusahaan menegaskan tidak akan menggunakan data milik mereka apa pun untuk melatih model AI dari Zoom atau pihak ketiga.

“Menyusul umpan balik yang diterima mengenai persyaratan layanan Zoom yang baru-baru ini diperbarui, khususnya terkait dengan fitur Kecerdasan Buatan generatif baru kami, Zoom telah memperbarui persyaratan layanan kami dan memperjelas bahwa Zoom tidak menggunakan audio, video, obrolan, berbagi layar, dan lampiran," ujar Zoom dalam pengumuman resminya, dikutip dari Engadget, Sabtu, 12 Agustus.

"Atau komunikasi lain seperti konten pelanggan (seperti hasil jajak pendapat, papan tulis, dan reaksi) untuk melatih model kecerdasan buatan Zoom atau pihak ketiga," imbuhnya.

Zoom mengatakan, mereka akan terus melakukan transparansi dan memberikan pengguns alat yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan tepat tentang akun Zoom.

"Kami menghargai privasi Anda dan terus bekerja untuk meningkatkan layanan kami sambil menghormati hak dan preferensi Anda," ungkap Zoom.