WhatsApp Tunda Pembaruan Kebijakan Privasi Hingga Bulan Mei
Aplikasi WhatsApp (Photo by Oleg Magni on Pexels)

Bagikan:

JAKARTA - Awal bulan ini, WhatsApp membagikan pengumuman terkait rencana perusahaan dalam menerapkan kebijakan privasi baru. Kebijakan tersebut membuat WhatsApp berhak untuk membagikan data pengguna dengan platform milik Facebook –seperti Instagram, Messenger, serta Facebook itu sendiri.

Kemarin, Jumat, 15 Januari, perusahaan membagikan pengumuman baru. WhatsApp menyatakan bakal menunda pembaruan kebijakan privasi baru –yang awalnya direncanakan bakal berjalan pada 8 Februari mendatang.

Lewat rilis yang dibagikan perusahaan, penundaan ini merupakan langkah yang dilakukan demi menjernihkan kebingungan yang terjadi di tengah masyarakat. Menurut penjelasan perusahaan, banyak rumor yang beredar lalu berkembang terkait jenis data yang boleh dibagikan.

Oleh karena itu, WhatsApp pun berupaya menjernihkan prasangka serta kebingungan tersebut agar pengguna tidak panik dalam menghadapi pembaruan kebijakan privasi.

“WhatsApp dibangun dengan gagasan sederhana: apa yang Anda bagikan dengan teman atau keluarga tetap berada di antara pengguna. Artinya, kami (WhatsApp) akan selalu melindungi percakapan privat Anda dengan enkripsi end-to-end, sehingga baik WhatsApp maupun Facebook tidak mampu melihat pesan tersebut,” terang WhatsApp lewat rilis resmi, Jumat, 15 Januari.

Oleh karena itu, lanjut perusahaan, platform pengiriman pesan milik Facebook ini mengklaim jika tidak menyimpan log aktivitas telepon dan pesan pengguna. Selain itu, perusahaan juga menyatakan jika tidak bisa melihat lokasi perangkat pengguna serta membagikan data pengguna dengan Facebook.

 

 

“Dari pembaruan ini (kebijakan privasi), tak ada satu pun yang berubah. Malah, pembaruan menyertakan fitur layanan konsumen pada WhatsApp dan transparansi lebih lanjut terkait bagaimana kami mengumpulkan data dan menggunakannya,” tulis WhatsApp.

Demi menjernihkan dan memberi waktu pada pengguna agar benar-benar memahami duduk perkara, WhatsApp pun berencana memundurkan waktu pembaruan kebijakan privasi. Dari 8 Februari menjadi 15 Mei.

“Kami memundurkan tanggal (pembaruan) sehingga pengguna bisa meninjau dan menerima persyaratan yang diberlakukan. Tak ada satu pun akun yang ditangguhkan atau dihapus pada 8 Februari,” pungkas WhatsApp.

Klarifikasi WhatsApp (Twitter @WhatsApp)

Sebelumnya, langkah WhatsApp memberikan pembaruan pada Kebijakan Privasi mengundang kontroversi. Banyak pembaca maupun media memahaminya sebagai upaya WhatsApp untuk membagikan data perusahaan ke lebih banyak paltform –khususnya platform milik Facebook Inc seperti Instagram, Messenger, dan Facebook itu sendiri.

Akibatnya, menurut laporan Sensor Tower via The Independent, jumlah instalasi WhatsAp anjlok. Selama periode 5-12 Januari, aplikasi pengiriman pesan ini hanya diunduh sebanyak 2 juta kali.

Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding kompetitornya, yakni Telegram dan Signal –di mana Signal diunduh sebanyak 17,8 juta kali dan Telegram mencapai 15,7 juta dalam periode waktu yang sama.