Bagikan:

JAKARTA - Zoom kembali menambahkan banyak fitur baru pada asisten pintarnya yang berbasis Kecerdasan Buatan (AI), Zoom IQ. Salah satu fitur tersebut adalah hasil kemitraannya dengan OpenAI.

Zoom IQ sebenarnya telah menggunakan AI untuk memberikan informasi rapat kepada pengguna melalui bab, sorotan dari rekaman, dan item tindakan.

Namun kini, perusahaan selangkah lebih maju dengan mengintegrasikan Model Bahasa Besar (LLM) atau AI generatif OpenAI yang kuat.

Jika pengguna terlambat menghadiri rapat, Zoom IQ dapat meringkas secara real time apa yang dilewatkan dan mengajukan pertanyaan. Menggunakan petunjuk teks, alat itu dapat menghasilkan brainstorming menggunakan alat papan tulis Zoom.

Zoom IQ juga dapat menghasilkan rekap rapat, item tindakan, memposting dan meringkas utas dalam Team Chat, yakni Slack versi Zoom, jika pengguna menjauh dari komputer dan kembali ke banyak pesan.

Kemudian, ketika akun Zoom pengguna terintegrasi dengan email dan kalender, alat tersebut dapat menarik informasi yang relevan ke dalam agenda rapat atau membuat draf email.

Perusahaan mengatakan akan mulai meluncurkan penulisan obrolan dan penulisan email Zoom IQ bulan depan, yang baru berlaku untuk pelanggan berdasarkan undangan. Sementara, fitur ringkasan rapat Zoom IQ yang baru akan tersedia lebih luas nantinya.

Terakhir, Zoom juga telah menambahkan fitur baru lainnya yang disebut Huddles, digambarkan sebagai ruang kerja bersama virtual yang mendukung video. Perusahaan mengatakan fitur ini tersedia secara global.

Dengan membangun kemampuan AI-nya, kemungkinan datang sebagai tanggapan Zoom atas fitur-fitur baru yang telah ditambahkan oleh pesaing utamanya, Google dan Microsoft ke aplikasi produktivitas mereka. Demikian dikutip dari The Verge, Rabu, 29 Maret.