General Motors Tingkatkan Kapasitas EV di Amerika Utara Hingga Satu Juta Unit per Tahun
GM harapkan keuntungan besar di tahun 2025 karena peningkatan produksi EV di Amerika Utara (foto: GM)

Bagikan:

JAKARTA - General Motors mengonfirmasi akan meningkatkan kapasitas EV nya di wilayah Amerika Utara menjadi lebih dari satu juta unit per tahun. 

Dengan demikian, GM memperkirakan portofolio kendaraan listriknya yang berkembang pesat akan sangat menguntungkan pada tahun 2025 di wilayah tersebut.

“Kemampuan GM untuk meningkatkan penjualan EV adalah hasil dari investasi selama bertahun-tahun dalam R&D, desain, teknik, manufaktur, rantai pasokan kami, dan pengalaman pelanggan EV baru yang dirancang untuk menjadi yang terbaik di industri ini,” kata Ketua dan CEO GM Maria Barra, dalam rilis yang dibagikan di website resmi GM. 

Menurutnya, strategi EV multi-merek, multi-segmen, dan multi harga GM akan memberi perusahaan daya ungkit yang luar biasa untuk meningkatkan pendapatan dan pangsa pasar.

"Kami yakin Platform Ultium dan integrasi vertikal kami akan memungkinkan kami untuk terus meningkatkan kinerja dan biaya baterai," pungkasnya. 

Dalam tiga tahun ke depan, GM berencana untuk bergerak agresif menuju memimpin pasar EV karena adopsi EV diperkirakan mendekati 20% dari penjualan industri AS pada tahun 2025.

Adapun pondasi untuk mendorongnya misinya tersebut adalah, GM akan memiliki banyak entri di segmen pikap, SUV, dan mewah yang mewakili sekitar 70 persen volume industri EV. 

GM juga meluncurkan platform ritel digital baru dengan mitra dealernya di AS, dan mulai membangun EV di lima pabrik perakitan GM di AS, Kanada, dan Meksiko.

Pabrik CAMI GM di Ontario akan meluncurkan produksi penuh van pengiriman BrightDrop Zevo 600 tahun depan, dan meningkatkan ke proyeksi 50.000 unit setiap tahun pada tahun 2025.

Selain itu, usaha patungan sel baterai GM Ultium Cells akan mengoperasikan pabrik di Ohio, Tennessee, dan Michigan pada akhir tahun 2024.

Terakhir, perusahaan mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan komitmen yang mengikat untuk semua bahan baku baterai yang dibutuhkan untuk mencapai target kapasitas 2025.