Elon Musk Pecat Ratusan Karyawan Twitter, Pendirinya Justru Minta Maaf!
Mantan CEO Twitter Jack Dorsey meminta maaf atas keadaan media sosial tersebut saat ini. (foto: twitter @jack)

Bagikan:

JAKARTA - Pendiri sekaligus mantan CEO Twitter Jack Dorsey meminta maaf atas keadaan media sosial tersebut yang telah memberhentikan ribuan pekerja, di bawah kepemimpinan Elon Musk baru-baru ini.

Permintaan maaf itu dilayangkan Dorsey melalui akun resmi Twitter-nya, sebagai tanggapan terhadap pemecatan 7.500 karyawan yang diberhentikan sejak Musk mengakuisisi platform microblogging minggu lalu.

"Orang-orang di Twitter, dulu dan sekarang kuat dan tangguh. Mereka akan selalu menemukan jalan tidak peduli betapa sulitnya saat ini. Saya sadar banyak yang marah kepada saya," tweet Dorsey.

"Saya memiliki tanggung jawab mengapa semua orang berada dalam situasi ini, Saya mengembangkan perusahaan terlalu cepat. Saya meminta maaf untuk itu," imbuhnya.

Menurut dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS), pada 30 Juni 2013, tak lama sebelum perusahaan media sosial itu go public, Twitter memiliki sekitar 2.000 karyawan.

Pada akhir tahun lalu, perusahaan melaporkan memiliki lebih dari 7.500 karyawan tetap. Namun, setelah diakuisisi CEO Tesla dan SpaceX tersebut, perusahaan memulai pengurangan tajam karyawannya.

Menurut laporan CNBC Internasional, Senin, 7 November, Twitter memberi tahu karyawan Kamis malam minggu lalu bahwa mereka akan mulai memberhentikan sebagian karyawan.

Diklaim 983 karyawan di negara bagian asal perusahaan tersebut, California, AS telah dipecat. Usai pengumuman pemecatan itu, Musk memberikan alasan tindakannya karena Twitter telah merugi.

"Mengenai pengurangan kekuatan Twitter, sayangnya tidak ada pilihan ketika perusahaan merugi lebih dari 4 juta dolar AS (setara Rp62 miliar) per hari. Setiap orang yang keluar ditawari 3 bulan pesangon, yang 50 persen lebih banyak dari yang diwajibkan secara hukum,” ujar Musk di akun Twitter-nya.

Sebagai informasi, Dorsey mendirikan Twitter pada 2006 bersama Noah Glass, Biz Stone dan Evan Williams. Dorsey memegang jabatan puncak dua kali selama pergantian kepemimpinan dan mengundurkan diri sebagai CEO tahun lalu.

Sejak itu, Dorsey mengalihkan fokusnya untuk mengelola perusahaan pembayarannya Block, yang sebelumnya dikenal sebagai Square.