Bagikan:

Malang— Kepolisian Resor Malang masih mengkaji pemberian izin untuk pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April 2026.

Kapolres Malang, Muhammad Taat Resdi, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman berbagai aspek sebelum menerbitkan rekomendasi resmi. Koordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur menjadi langkah lanjutan dalam menentukan keputusan akhir.

Menurut Taat, pertimbangan utama mencakup situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas yang dinilai sangat krusial dalam laga berisiko tinggi seperti Derbi Jatim. Analisis terhadap potensi kerawanan terus dilakukan agar keputusan yang diambil benar-benar matang dan komprehensif.

“Masih dipertimbangkan. Kami akan berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk mendapatkan keputusan terbaik,” ujar Taat di Malang, Minggu, 19 April.

Ia menambahkan, hingga kini berbagai skema penyelenggaraan pertandingan masih terbuka, termasuk kemungkinan penyesuaian mekanisme demi menjamin keamanan semua pihak. Kepolisian menegaskan bahwa laga ini masuk kategori high risk, sehingga membutuhkan pengamanan ekstra dan perencanaan detail.

Di sisi lain, dari aspek infrastruktur, Stadion Kanjuruhan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan berisiko tinggi. Penilaian tersebut berdasarkan asesmen yang telah dilakukan sebelumnya terhadap kelayakan fasilitas stadion.

Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan kapan keputusan terkait izin akan dikeluarkan. Proses evaluasi disebut masih berlangsung dan diharapkan dapat rampung dalam waktu dekat.

“Prinsipnya kami ingin memastikan pertandingan berjalan aman dan lancar. Apa pun keputusannya nanti akan didasarkan pada pertimbangan terbaik dari semua aspek,” kata Taat.

Derbi antara Arema FC dan Persebaya Surabaya selama ini dikenal sebagai salah satu laga dengan tensi tinggi di sepak bola nasional. Karena itu, keputusan aparat keamanan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan apakah pertandingan dapat digelar sesuai jadwal atau memerlukan penyesuaian lebih lanjut.