Bagikan:

JAKARTA - Manchester United yang tak diunggulkan setelah kehilangan sebagian besar pemain belakang membuat kejutan dengan menaklukkan Chelsea 1-0 dalam big match Premier League Inggris di Stadion Stamford Bridge, Minggu, 19 April 2026 dini hari WIB. Kemenangan tipis lewat gol Matheus Cunha menjaga peluang Man Utd di Liga Champions.

Man Utd memang kurang diperhitungkan karena tidak diperkuat empat bek tengah. Ini jelas sebuah mimpi buruk bagi manajer interim Michael Carrick karena kehilangan Lisandro Martinez dan Harry Maguire yang mendapat larangan bermain. Sementara, bek Matthijs de Ligt sudah absen karena cedera punggung sejak November 2025.

Praktis, Carrick hanya bisa mengandalkan anak muda berusia 19 Ayden Heaven yang berduet dengan Noussair Mazraoui di jantung pertahanan. Mereka didampingi full back senior Luke Shaw dan Diogo Dalot.

Tak hanya itu, Man Utd juga baru saja menelan kekalahan 2-1 lawan tim papan bawah Leeds United. Kekalahan menyakitkan karena dialami di kandang sendiri di Old Trafford.

Di sisi lain, Chelsea justru kehilangan striker andalan Joao Pedro yang cedera paha. Tanpa top skor klub ini, manajer Liam Rosenior menaruh harapan kepada Liam Delap yang ditopang Pedro Neto, Cole Palmer dan Estevao.

Gelandang Enzo Fernandez kembali menjadi pilihan pertama setelah mendapat sanksi tidak bermain dari klub. Meski demikian ban kapten tak lagi menjadi milik Fernandez dan diberikan kepada gelandang Moises Caicedo yang baru saja menandatangani kontrak anyar dengan durasi tujuh tahun.

Meski tidak bisa menurunkan skuat terbaik, namun Man Utd berhasil mengimbangi permainan Chelsea. Hanya, The Blues yang unggul dalam penguasaan bola gagal dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya, Man Utd berhasil memanfaatkan peluang untuk mencetak gol melalui Matheus Cunha.

Ini menjadi satu-satunya gol yang tercipta di big match tersebut sekaligus membawa Man Utd kembali ke jalur menang. Keberhasilan meraih tiga poin menjadikan Man Utd yang berada di peringkat tiga kembali menjaga peluang untuk tampil di Liga Champions musim depan. Kini, The Red Devils sudah mengantungi poin 58 atau unggul tiga poin dengan Aston Villa yang berada di posisi empat.

Sementara, Liverpool yang menempati peringkat lima memiliki poin 52. Disusul Chelsea yang mengantungi poin 48. Musim ini, menurut The Sun, Premier League mendapat lima slot ke Liga Champions sehingga ini sudah mengamankan posisi Man Utd.

Tak hanya itu, Carrick pun sepertinya sudah kian aman untuk menandatangani kontrak sebagai manajer permanen. Meski sudah beredar kabar pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique yang bakal menangani Man Utd musim depan, namun posisi Carrick tetap kuat untuk dipermanenkan.

“Ini kemenangan besar. Kemenangan yang sangat berarti bagi kami,” kata Carrick yang menyorot lini belakang tim yang bermain solid meski kehilangan para bek andalan.

“Datang ke sini [Stamford Bridge] dan tetap clean sheet seperti yang kami harapkan dengan menunjukkan bagaimana kami membangun pertahanan dengan baik. Menurut saya kami bermain secara luar biasa,” ujarnya.

Sementara Chelsea masih harus berjuang untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions. Persoalannya hanya tersisa 15 poin lagi bagi Chelsea untuk memperbaiki peringkat. Kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri juga memberi tekanan kepada Rosenior. Meski demikian, Rosenior yang baru tiga bulan menangani Chelsea tetap optimistis meski adanya tekanan tersebut.

“Saya tidak ingin tim merasakan tekanan atau apa pun yang berlawanan dengan kami. Yang jelas kami akan terus fight,” kata Rosenior.

“Biarlah saya yang menghadapi tekanan berat ini. Kami harus tetap bekerja keras bersama pemain untuk membalikkan keadaan,” ucap dia lagi.

Di pertandingan itu, Chelsea kembali kehilangan ketajaman dalam bermain. Tanpa Pedro, Chelsea menjadi tidak lagi klinikal karena Delap yang pernah menjadi target Man Utd tak mampu menunjukkan performa maksimal.

Beruntung masih ada Fernandez yang mampu menghidupkan permainan Chelsea. Dirinya juga mendapat peluang mencetak gol. Hanya saja sepakan pemain timnas Argentina ini masih melebar.

Saat Chelsea gagal melakukan tekanan, sebaliknya Man Utd justru mampu memanfaatkan kesempatan untuk membobol gawang tuan rumah. Saat laga memasuki menit akhir babak pertama, Cunha berhasil memecah kebuntuan saat menyambut assist dari kapten Bruno Fernandes.

Ini merupakan assist ke-18 Fernandes di musim ini yang membawa Cunha mencetak gol di menit 43. Skor 1-0 untuk Man Utd menutup babak pertama.

Chelsea sesungguhnya bermain lebih baik di babak kedua. Mereka menciptakan sejumlah peluang tetapi tidak ada satu pun yang membuahkan hasil. Sundulan Delap masih membentur tiang gawang. Begitu pula tekanan dari Wesley Fofana nyaris menjadikan Mazraoui membuat gol bunuh diri.

Chelsea juga mendapat peluang melalui Caicedo. Hanya saja dia gagal memanfaatkan peluang yang menjadikan Chelsea menutup laga dengan kekalahan. Buntutnya suporter mencemooh tim sendiri saat laga usai.