JAKARTA - Dana Investasi Publik Kerajaan Arab Saudi (PIF) menjadi pendukung resmi turnamen Piala Dunia 2026 pada Kamis, 14 Mei 2026, waktu setempat.
Hal itu menegaskan kembali komitmennya untuk berinvestasi besar-besaran di bidang olahraga meskipun ada penarikan yang signifikan dari usaha lain dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam pengumuman kemitraan tersebut, PIF mengatakan olahraga adalah sektor prioritas dan sepak bola sangat penting untuk transformasi berkelanjutan Arab Saudi.
PIF mengumumkan bulan ini bahwa mereka menghentikan pendanaan masa depan untuk LIV Golf--tur yang memisahkan diri yang telah mereka gelontorkan miliaran dolar.
Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang rencana jangka panjangnya untuk olahraga lain setelah pengeluaran besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA:
Meskipun nilai kesepakatan Piala Dunia 2026, yang mencakup Amerika Utara dan Asia, tidak diungkapkan, hal itu semakin memperkuat hubungan antara Arab Saudi dan FIFA.
Sebagaimana diketahui, PIF merupakan mitra komersial untuk Piala Dunia Antarklub 2025, selain tentunya Kerajaan Arab Saudi yang telah memenangi hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, yang semakin menyiratkan hubungan erat dengan FIFA.
Sementara SURJ Sports Investment yang dimiliki PIF juga memiliki saham di layanan streaming online DAZN, yang menyiarkan Piala Dunia Antarklub 2025.
Menurut laporan keuangan FIFA, hak siar televisi telah memberikan kontribusi sebagian besar dari pendapatan tahunannya pada 2025, senilai lebih dari 1 miliar dolar AS.
Sepak bola telah menjadi fokus utama bagi Arab Saudi karena negara ini berupaya untuk mengurangi ketergantungannya yang besar pada minyak dan mengeksplorasi sektor-sektor penghasil pendapatan lainnya.
Hal itu termasuk menarik beberapa bintang terbesar olahraga ini, seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, dan Karim Benzema ke liga domestiknya serta membeli klub Liga Inggris, Newcastle United.
Memenangi hak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 ialah pencapaian terpentingnya sejauh ini.
Investasi di olahraga lain termasuk menjadi tuan rumah beberapa pertandingan tinju kejuaraan dunia, balap Formula 1, dan tenis.
Namun, para kritikus menuduh Kerajaan Arab Saudi melakukan sportswashing--menggunakan olahraga untuk memperbaiki citra publiknya di tengah catatan pelanggaran hak asasi manusia dan pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, pada 2018.
Peluncuran tur LIV Golf yang kontroversial pada 2022 merupakan perubahan besar bagi olahraga ini dengan menarik pemain top, seperti Bryson DeChambeau, Phil Mickelson, Brooks Koepka, dan Dustin Johnson dari PGA. Pengeluaran LIV Golf diperkirakan akan melebihi 6 miliar dolar AS pada akhir tahun.
Meskipun terjadi penurunan jumlah pemain sepak bola top yang bergabung Liga Pro Arab Saudi (SPL) setelah upaya perekrutan agresif sebelumnya, PIF menegaskan komitmennya yang berkelanjutan terhadap olahraga paling populer di dunia.
"PIF terus memperluas jejak globalnya di bidang olahraga, dengan sepak bola sebagai inti dari pertumbuhan ini," kata Head of Corporate Branding PIF, Mohamed Al Sayyad.