Bagikan:

JAKARTA - Duel Manchester City melawan Liverpool kalah kelas ketimbang The Northwest Derby. Namun, big match kian menarik dan menegangkan setelah Man City mengukuhkan sebagai raksasa anyar Premier League Inggris.

Bukan perkara gampang bila Liverpool ingin melakukan kudeta dalam laga di Stadion Etihad pada Sabtu, 25 November pukul 18.30 WIB.

Laga digelar saat lunchtime waktu setempat atau siang hari. Meski kalah gengsi dengan duel Manchester United melawan Liverpool dalam The Northwest Derby, pertemuan Man City dan Liverpool tetap mempertaruhkan gengsi dan memiliki tensi tinggi.

Apalagi, keduanya menunjukkan dominasi di Premier League selama beberapa tahun terakhir saat MU mengalami penurunan.

Duel kian sengit karena memperebutkan puncak klasemen. Pasalnya, kedua tim berada di peringkat pertama dan kedua.

Hanya posisi Man City yang bertengger di puncak klasemen memang sama sekali tak aman. Dengan memiliki poin 28, The Citizens hanya unggul satu poin dari Liverpool.

Hanya, konsistensi Man City menjadikan tim asuhan Pep Guardiola masih diunggulkan. Pada laga terakhir, Man City gagal menang setelah ditahan Chelsea 4-4.

Gol yang menyelamatkan Chelsea dari kekalahan dicetak Cole Palmer saat pertandingan segera berakhir karena injury time tinggal hitungan detik.

Meski gagal menang, Man City tetap mencatat rekor tak terkalahkan selama empat laga sebelumnya sejak dipaksa menyerah 0-1 oleh Arsenal. Namun, mereka mampu bangkit dengan menghajar MU 3-0 dalam Manchester Derby di Old Trafford dan membantai Bournemouth 6-1.

Dengan modal yang sangat bagus, Ederson dan kolega masih diunggulkan saat menjamu Liverpool. Namun The Reds jelas bukan lawan enteng.

Meski dua kali imbang, Liverpool berhasil mencatat tiga kemenangan dalam lima laga terakhir yang memungkinkan mereka menempel jarak poin dengan Man City.

Pada laga nanti Man City harus waspada karena striker andalan Erling Haaland tidak dalam kondisi terbaik. Dirinya mengalami cedera engkel yang membuat absen memperkuat Norwegia di laga terakhir Kualifikasi Euro 2024.

Meski demikian, Haaland kemungkinan dipaksakan bermain. Pasalnya, Julian Alvarez yang menjadi pelapis masih belum fit usai memperkuat Argentina di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sebaliknya, Nathan Ake dan Sergio Gomez tidak dimainkan karena belum sepenuhnya pulih dari cedera. Gelandang Rodri tetap menjadi motor permainan di lini tengah bersama Phil Foden dan Bernardo Silva.

Di belakang, Manuel Akanji bahu-membahu dengan Kyle Walker, Ruben Dias, dan Josko Gvardiol untuk membentengi Ederson yang juga baru pulang dari Brasil.

Sementara itu, Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, tampaknya tidak menjadikan para pemain Amerika Selatan sebagai starter. Pemain depan Darwin Nunez yang bermain untuk Uruguay bakal duduk di bench.

Di depan, ada Diogo Jota yang ditopang Mohamed Salah dan Cody Gakpo. Namun, kiper timnas Brasil Alisson Becker tetap berdiri di bawah mistar.

Absennya bek Andrew Robertson digantikan Konstantinos Tsimikas. Sektor belakang bakal solid karena masih ada Trent Alexander-Arnold, Joel Matip, dan Virgil van Dijk.

Persoalannya mampukah mereka mengadang Haaland dan rekan-rekan serta melakukan kudeta? Liverpool memang tak diunggulkan menang. Namun, bukan berarti tak ada peluang.

Jelas Liverpool bukan MU yang kini tak lebih jadi 'anak bawang' bagi Man City. Ini yang harus diwaspadai tuan rumah.