Bagikan:

JAKARTA – Bermain untuk klub elit Eropa adalah impian semua pesepak bola profesional. Namun berkesempatan mengenakan seragam tim nasional merupakan kehormatan tersesar.

Tak jarang demi dapat tampil membela tim nasional, beberapa pemain di klub elit dilaporkan bermain terlalu hati-hati demi menghindari cedera. Misalnya, saat pertandingan klub menjelang Piala Dunia Qatar 2022 lalu.

Dalam sejarah membela tim nasional, beberapa pemain ada yang mendapat kesempatan cuma satu kali bermain, sedangkan yang lain malah mencetak rekor bermain bersama negaranya lebih dari 100 kali.

Berikut 10 pemain dengan penampilan terbanyak bersama negara dalam sejarah sepak bola pria.

Cristiano Ronaldo, Portugal (197)

Pemain berusia 38 tahun ini mencatatkan penampilan yang ke-197 untuk Portugal dalam kemenangan 4-0 melawan Liechtenstein di kualifikasi Euro 2024. 

Di pertandingan itu, mantan pemain Real Madrid tersebut mencetak dua gol untuk mengokohkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak di level internasional bersama tim nasional menjadi 120 gol.

Bader Al-Mutawa, Kuwait (196)

Al-Mutawa, yang berusia 38 tahun pada Januari lalu, masih memiliki peluang untuk mencapai 200 caps bersama Cristiano Ronaldo. Ia bisa menambah jumlah penampilan andai tampil saat Kuwait menghadapi Lebanon dalam pertandingan persahabatan pada tanggal 20 November nanti. 

Karier internasional Al-Mutawa dimulai pada tahun 2003 saat ia masih berusia 18 tahun. Dia hampir selalu tampil untuk Kuwait sejak saat itu. Sejauh ini ia telah mencetak 56 gol dan membantu negaranya memenangkan Piala Teluk ke-10 pada tahun 2010 silam.

Soh Chin Ann, Malaysia (195)

Soh Chin Ann mungkin bukan nama yang terkenal di luar Malaysia, tetapi tentunya hanya ada dua pemain dalam sejarah sepak bola internasional yang memiliki lebih banyak penampilan internasional daripada dia.

Bek tengah ini memulai debutnya untuk tim senior pada tahun 1969 atau hanya 12 tahun setelah Malaysia memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Soh kemudian bermain untuk Malaysia di Olimpiade 1972.

Soh mengakhiri karier internasionalnya pada tahun 1984 setelah membuat 195 penampilan untuk Malaysia.

Ahmed Hassan, Mesir (184)

Hassan adalah sosok legendaris dalam sepak bola Mesir yang mengenakan seragam tim nasional di delapan edisi Piala Afrika. Dia menjadi bagian dari skuat yang memenangi kompetisi itu sebanyak empat kali dari delapan penampilan tersebut.

The Pharaohs dinobatkan sebagai raja di benua itu pada tahun 1998, 2006, 2008, dan 2010, dan Hassan memainkan peran utama dalam setiap kesuksesan tersebut. 

Tidak ada pemain yang memenangkan lebih banyak Piala Afrika daripada gelandang dengan 184 caps ini. Namun, satu-satunya penyesalan Hassan tentunya adalah gagal tampil di Piala Dunia.

Ahmed Mubarak, Oman (183)

Mubarak adalah pemain yang telah membela tidak kurang dari 14 klub di tanah kelahirannya serta bermain di Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Dia mengumpulkan 183 caps untuk Kuwait sebelum pensiun dari dunia internasional pada tahun 2019.

Puncak karier sang gelandang bersama Oman terjadi pada Piala Teluk 2017/2018. Ketika itu, Al-Ahmar, julukan timnas Oman, sukses keluar sebagai juara dan Ahmed Mubarak kemudian memutuskan untuk gantung sepatu.

Sergio Ramos, Spanyol (180)

Meskipun telah kembali ke performa terbaiknya di PSG, Ramos tidak dipanggil masuk timnas Spanyol untuk Piala Dunia Qatar 2022. Meski demikian, legenda Real Madrid ini masih berharap bisa berada di tim pada Euro tahun depan.

Jika pemenang Piala Dunia 2010 dan Euro 2008 dan 2012 tidak dipanggil lagi maka ia dapat memilih untuk mengakhiri karir internasionalnya setelah membuat 180 penampilan untuk La Furia Roja.

Andres Guardado, Meksiko (179)

Claudio Suarez tidak lagi menjadi satu-satunya pemegang rekor pencetak gol terbanyak di Meksiko atau Amerika Utara setelah diambil alih oleh Guardado di Piala Dunia 2022.

Guardado adalah gelandang veteran berusia 36 tahun yang saat ini bermain untuk Real Betis. Meski demikian, dia tetap menjadi bagian integral dari tim nasional Meksiko.

Piala Dunia 2022 Qatar adalah kesempatan kelimanya bermain di kompetisi itu. Dia membuat 179 penampilan untuk Meksiko setelah bermain di laga persahabatan pra Piala Dunia Qatar melawan Swedia dan kemudian melawan Argentina di penyisihan grup.

Mohamed Al-Deayea, Arab Saudi (177)

Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang dan pernah membela klub Al Ta'ee dan Al-Hilal ini sukses membuat lebih banyak penampilan untuk timnas daripada pemain lain di posisinya.

Al-Deayea awalnya adalah seorang pemain bola tangan. Namun, saudaranya kemudian meyakinkan dia untuk beralih ke sepak bola. Al-Deayea memenangkan Piala Asia 1996 dan termasuk dalam skuad Arab Saudi di Piala Dunia antara 1994 dan 2006.

Claudio Suarez, Meksiko (177)

Claudio melakukan debut internasionalnya pada tahun 1992 dan terus menjadi pemain andalan tim nasional selama 14 tahun berikutnya. Dia akhirnya menggantungkan sepatu untuk El Tri setelah Piala Dunia 2006 di Jerman.

Suarez menjadi kapten Meksiko selama bertahun-tahun dan menikmati banyak kesuksesan, terutama membantu negaranya meraih kejayaan di Piala Emas pada tahun 1993, 1996, dan 1998. 

Dia juga merupakan bagian penting dari skuat yang memenangkan Piala Konfederasi 1999. Ketika itu Meksiko keluar sebagai jawara setelah mengejutkan Brasil di pertandingan final.

Gianluigi Buffon, Italia (176)

Buffon tidak lagi menjadi bagian dari skuat Italia setelah gagal lolos ke Piala Dunia di Rusia. Namun, mantan kiper Juventus ini mengukir penampilan terbanyak untuk Azzurri daripada pemain mana pun.

Buffon melakukan debutnya di timnas Italia pada tahun 1997 saat berusia 19 tahun. Dia kemudian mewakili negaranya sebanyak 176 kali, termasuk di delapan turnamen besar.

Momen paling membanggakan baginya adalah saat membantu Italia memenangkan Piala Dunia keempat mereka pada tahun 2006, hanya beberapa hari sebelum klubnya, Juventus terdegradasi ke Serie B karena terlibat dalam skandal Calciopoli.