Antisipasi COVID-19, IBL Lanjutan Fase Reguler di Jakarta tanpa Penonton
Ilustrasi IBL (Dok. IBL)

Bagikan:

JAKARTA – Lanjutan Liga Basket Indonesia (IBL) bakal digelar tanpa penonton. Hal itu mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 yang sempat menghambat jalannya kompetisi.

Fase regular IBL sempat terhenti pada awal Februari lalu menyusul lonjakan kasus COVID-19 di tim-tim kontestan. Setelah vakum nyaris sebelum, kasta tertinggi basket nasional itu bakal bergulir lagi di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, mulai Kamis, 3 Maret besok.

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah mengatakan bahwa penyelenggaraan liga tanpa penonton itu akan diterapkan untuk sementara. Jika ada perkembangan pada pekan-pekan awal kompetisi maka tidak menutup kemungkinan penonton dihadirkan lagi.

”Harapannya jika operasional awal lancar, pertandingan boleh dihadiri penonton, [tapi] tentu tetap dengan pembatasan dan protokol kesehatan yang ketat,” tutur Junas dalam keterangan di situs IBL.

Sebanyak lima pertandingan akan memanaskan hari pertama kelanjutan IBL. Pendatang baru RANS PIK Basketball membuka kompetisi dengan melawan pasukan muda Satya Wacana Salatiga.

Setelah itu pertandingan berlanjut ke Evos Thunder Bogor dengan Bali United Basketball. Ini bakal menjadi reuni menarik antara Daniel Timothy Wenas dengan mantan timnya Bali United.

Laga tunda seri kedua lainnya antara NSH Mountain Gold Timika melawan Tangerang Hawks serta Bumi Borneo Basketball Pontianak versus Amartha Hangtuah juga akan memanaskan hari pertama kompetisi babak reguler ini.

Sementara itu, skuad Indonesia Patriots yang siap kembali ke IBL setelah belum melakoni satu laga pun di seri kedua di Bandung akan menutup pertandingan hari pertama. Ali Bagir Wayarabi Alhadar dan kawan-kawan dijadwalkan bertemu dengan Pacific Caesar Surabaya.

”Semua sangat bersemangat kembali berkompetisi. Dengan bersama-sama kita akan semakin kuat untuk menghadapi situasi pandemi ini,” ujar Junas.

IBL diganggu pandemi COVID-19 saat memasuki seri kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Januari dan rampung 5 Februari lalu. Namun, dalam perjalanan seri ini harus dihentikan sementara seiring naiknya angka pemain yang terinfeksi virus corona.

Tanggal 3 Maret besok semula ditetapkan untuk penyelenggaraan serie keempat yang awalnya direncanakan berlangsung di kota Solo. Namun, lonjakan kasus pemain positif yang terjadi di seri Bandung membuat penyelenggara memutuskan mengubah format menjadi sistem gelembung di Jakarta.

Jakarta dipilih sebagai tempat untuk melanjutkan kompetisi setelah pertemuan tim-tim kontestan pada Jumat, 18 Februari lalu. Kota ini dinilai punya fasilitas penunjang seperti sarana kesehatan yang lebih memadai.

 

FOTO/INSTAGRAM @iblindonesia