JAKARTA - Ikon musik pop dunia asal Inggris, Boy George, secara terbuka mengungkapkan bahwa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengubah drastis caranya dalam menulis lagu.
Di tengah perdebatan sengit mengenai etika penggunaan AI di industri kreatif, vokalis Culture Club itu justru merasa teknologi tersebut menjadi mitra dialog yang produktif dalam menyusun rangkaian kata-kata puitis untuk karya musiknya.
George menekankan, proses penggunaan AI telah memberikan tingkat kemandirian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya sebagai seorang penulis lirik.
Musisi bernama asli George Alan O'Dowd itu merasa tidak lagi terbebani oleh penilaian orang lain saat sedang mengeksplorasi ide-ide mentah yang sering kali muncul dalam proses kreatif yang sangat personal.
"Praktik ini benar-benar membantu saya sebagai seorang penulis lirik. Anda tidak bekerja dengan orang lain. Anda bahkan tidak perlu khawatir sedetik pun tentang apa yang mereka pikirkan,” kata George dalam episode terbaru podcast Happy Place yang dipandu Fearne Cotton.
“Saya adalah seorang penulis top-line, jadi saya menulis melodi top-line. Semua orang yang bekerja dengan saya mengirimkan trek, dan saya hanya akan duduk bersama mereka, dan saya akan memainkannya terus-menerus," sambungnya.
BACA JUGA:
Penyanyi yang populer lewat hit "Karma Chameleon" itu juga menceritakan bagaimana ia membangun interaksi yang unik dengan ChatGPT.
Menurutnya, AI bukan sekadar alat otomatis, melainkan entitas yang bisa dilatih untuk memahami gaya bahasanya. Ia tak segan memberikan kritik tajam kepada mesin tersebut jika hasil yang diberikan tidak sesuai dengan seleranya.
"Saya melakukan percakapan yang fantastis dengan ChatGPT. Dan saya akan berkata: 'Oh, lirik itu sampah. Bukan itu yang akan saya katakan.' Anda tahu apa maksud saya? Tapi, sebenarnya, Anda bisa melatihnya," tambah musisi 64 tahun tersebut.
Langkah Boy George kali ini bukanlah hal baru dalam perjalanan kariernya. Pada tahun lalu, ia juga diketahui menggunakan bantuan AI untuk merekam ulang vokal pada beberapa lagu hits terbesarnya, termasuk lagu ikonik yang dirilis tahun 1983, "Karma Chameleon".