Bagikan:

JAKARTA - Pentolan Soulfly sekaligus eks vokalis Sepultura, Max Cavalera, secara blak-blakan mengungkap sisi lain dari proses kreatifnya dalam meramu sebuah karya musik.

Meski telah puluhan tahun berkecimpung di industri musik cadas, musisi asal Brasil ini mengaku masih memandang proses penulisan lirik lagu sebagai sebuah beban yang tidak menyenangkan.

Max tidak menampik bahwa menulis lirik untuk lagu-lagunya adalah bagian yang paling dihindari. Baginya, kegiatan tersebut tidak memberikan kepuasan yang sama dibandingkan saat dirinya sedang mengeksplorasi distorsi melalui gitar.

"Saya suka menyanyikannya. Saya menikmati bernyanyi, terutama pada album terbaru Soulfly, ‘Chama’. Album itu adalah rekaman di mana saya kembali memukul diri saya sendiri di studio untuk benar-benar merasakan lagu-lagunya. Bahkan jika Anda mengalami memar, itu semua adalah bagian dari pengalaman—mencakar diri sendiri untuk mendapatkan sensasi merinding," kata Max Cavalera membuka pembicaraan terkait proses kreatifnya, dalam wawancara terbaru dengan Peter Kerr dari Rock Daydream Nation.

Meski menikmati proses rekaman vokal yang penuh totalitas fisik, Max tetap pada pendiriannya bahwa merangkai kalimat menjadi lirik tetaplah sebuah pekerjaan yang berat. Ia mengibaratkan tugas tersebut layaknya beban akademis yang harus diselesaikan secara terpaksa demi kelengkapan sebuah lagu.

"Tapi sejujurnya, ya, itu terasa seperti pekerjaan rumah. Itu membosankan. Itu bukan hal yang paling saya sukai. Saya lebih suka menghabiskan waktu dengan gitar saya, menulis riff. Di sanalah saya benar-benar menyukainya, saya benar-benar menikmatinya,” ujar musisi 56 tahun itu.

“Namun itu adalah sebuah keharusan yang buruk. Anda butuh lirik. Tapi sejujurnya, sejujurnya berbicara kepada Anda, saya tidak menyukainya. Itu adalah bagian yang paling tidak disukai dari seluruh proses pembuatan rekaman; lirik adalah yang paling tidak saya sukai," sambungnya.

Namun ketidaksukaan Max terhadap penulisan lirik justru berbanding terbalik dengan anak-anaknya. Dalam penggarapan album “Chama”, ia mendapatkan bantuan besar dari sang buah hati. Ia bahkan memuji kemampuan anak-anaknya yang memiliki ketertarikan mendalam terhadap diksi dan literasi.

"Pada album ini (Chama), putra-putra saya membantu saya dengan liriknya. Dan beberapa lirik mereka sangat bagus, luar biasa, dan saya sangat suka menyanyikannya,” tuturnya. “Dan kemudian ada orang lain yang menyukainya. Seperti putra saya, Igor—dia bilang dia memuja kata-kata. Dia adalah seorang penulis buku, jadi dia mencintai kata-kata.”

Sebagai informasi, album ke-13 Soulfly yang bertajuk “Chama” telah resmi dilepas pada 24 Oktober melalui label Nuclear Blast Records. Dalam proyek ini, keterlibatan keluarga Cavalera sangat kental, di mana sang putra, Zyon Cavalera, bertindak sebagai co-produser sekaligus drumer, sementara Igor Amadeus Cavalera mengisi lini bass.