Paus Yohanes Paulus II Masuk Masjid dalam Sejarah Hari Ini, 6 Mei 2001
Paus Yohanes Paulus II (Sumber: Commons Wikimedia)

Bagikan:

JAKARTA - Tanggal 6 Mei 2001 merupakan perjalanan kedua Paus Yohanes Paulus II ke Timur Tengah. Kunjungan itu menjadikannya Paus pertama yang memasuki masjid dan yang pertama membuat sikap yang berarti terhadap Islam.

Dikutip dari Washington Post, dalam pidatonya di Masjid Agung Umayyah di Damaskus, Suriah, Paus Yohanes Paulus II mengaku memerhatikan konflik berabad-abad yang lalu di Timur Tengah antara Kristen dan Muslim. 

"Untuk sepanjang waktu Muslim dan Kristen telah menyinggung satu sama lain, kita perlu mencari pengampunan," kata Paus di hadapan puluhan pemimpin dan cendekiawan Kristen dan Islam Suriah.

Sebelumnya, tidak ada Paus yang pernah masuk ke masjid. Selama perjalanan ke Yerusalem pada tahun sebelumnya, Paus Yohanes Paulus II tidak memasuki Masjid al-Aqsa, tempat suci Islam tersuci ketiga.

"Saya sangat berharap bahwa para pemimpin dan guru Muslim dan Kristen akan menampilkan dua komunitas agama besar kita sebagai komunitas dalam dialog yang saling menghormati, tidak pernah lebih sebagai komunitas dalam konflik," kata Paus.

"Sangat penting bagi kaum muda untuk diajari cara-cara menghormati dan memahami, sehingga mereka tidak akan diarahkan untuk menyalahgunakan agama itu sendiri untuk mempromosikan atau membenarkan kebencian dan kekerasan."

Tentang Masjid Agung Umayyah

Masjid Agung Umayyah (Sumber: Commons Wikimedia)

Masjid Agung Umayyah dibangun pada 705 di sebuah situs yang pernah digunakan untuk menghormati dewa Romawi Jupiter, yang kemudian menjadi basilika Kristen. Pada puncak kekuasaan khalifah Umayyah dari Damaskus, area itu diubah menjadi masjid.  

Masjid Umayyah adalah jendela yang menunjukkan betapa beragamnya praktik Islam. Pada Kamis malam, masjid itu menjadi hamparan aktivitas masyarakat.

Pria berjanggut berkumpul di salah satu sudut untuk mengaji. Sekelompok wanita mengobrol santai dan anak-anak mengubah ruang terbuka yang berkarpet itu menjadi tempat bermain, dan berlari. 

Selain itu di masjid tersebut terdapat makam Yohanes sang Pembaptis. Lalu ada halaman yang terhubung juga berisi makam Saladin, pejuang Muslim yang merebut kembali Yerusalem dari tentara salib Katolik.

Pesan toleransi Paus

Kunjungan Paus ke masjid tersebut melanjutkan tema toleransi antaragama yang ia lontarkan ketika sebelumnya berkunjung ke Athena, Yunani. Saat itu dia meminta pengampunan dari gereja-gereja Ortodoks Timur atas perpecahan yang memecah agama Kristen hampir seribu tahun lalu.

Yohanes Paulus II saat itu sedang dalam tur enam hari. Tur itu meliputi tiga negara yang menelusuri jejak rasul Paulus, yang menjadi Kristen dalam perjalanan ke Damaskus.

Saat menginjakkan kakinya di Suriah, Paus telah berulang kali diingatkan tentang ketegangan yang masih memecah Timur Tengah. Dalam pidato penyambutan Paus, Presiden Suriah Bashar Assad mendesak Paus untuk mendukung Palestina dalam pemberontakan melawan Israel.

Bashar Assad juga meminta Paus membuat komentar yang mendakwa semua orang Yahudi melakukan pengkhianatan terhadap Kristus. Saat yang sama, para pejabat Vatikan kembali menyatakan penolakan Gereja Katolik Roma terhadap anti-Semitisme.

Dan kala itu, Presiden Israel menyebut Bashar Assad sebagai seorang rasis. Ketika Paus mengadakan Misa tiga jam di hadapan 40 ribu umat yang kebanyakan Ortodoks, pertempuran baru meletus di Israel. Televisi Suriah lalu menayangkan rekaman yang menunjukkan orang-orang Palestina yang tewas.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH DUNIA atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya

 

 

foto 1. Paus Yohanes Paulus II. Wikimedia Commons

 

Foto 2: Makam Yohanes sang Pembaptis yang ada di Masjid Umayyah. Wikimedia Commons