JAKARTA – Memori hari ini, 13 tahun yang lalu, 9 Juli 2012, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan punya ide unik untuk mengentaskan kemiskinan. Ia mencoba mewacanakan kebijakan impor kelinci dari China. Kehadiran kelinci itu dianggap solusi uang tambahan bagi keluarga miskin.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia memang giat membuat program pengentasan kemiskinan. Pemerintah ingin membuat hajat hidup rakyat meningkat. Masalahnya tak semua program pengentasan kemiskinan berjalan lancar.
Kemiskinan adalah masalah serius yang dialami oleh banyak negera berkembang. Tinggi atau rendahnya angka kemiskinan bisa jadi penentu kemakmuran suatu negara. Jika angka kemiskinan tinggi, niscaya akan membawa aib besar bagi dunia internasional.
Indonesia pun tak ingin angka kemiskinan meninggi. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) takkan merestuinya. Kondisi itu membuat pemerintah segera bergerak menjalankan banyak program pengentasan kemiskinan.
Antara lain Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) hingga Program Keluarga Harapan (PKH). Belum lagi program beras miskin dan lain sebagainya. Pemerintah menganggap langkah itu dapat mendorong rakyat yang berada di bawah garis kemiskinan beranjak maju.
BACA JUGA:
Masalah muncul. Upaya menjalankan program pengentasan kemiskinan jelas tak mudah. Apalagi, penduduk miskin tersebar dari berbagai wilayah Nusantara. Kondisi itu membuat program pengentasan kemiskinan dari pemerintah mendapatkan banyak kritik.
"Pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi tak didorong pertumbuhan di masyarakat. Perbesar cakupan wilayahnya dan besaran bantuannya juga kalau ingin mengurangi kemiskinan,” ungkap Direktur Lembaga Penelitian SMERU, Asep Surhayadi sebagaimana dikutip laman tempo.co, 23 Juli 2011.
Pemerintah diwajibkan melebarkan cangkupan programnya. Perhatian yang diberikan tak boleh setengah-setengah. Semuanya supaya hasil yang diinginkan tercapai. Alih-alih mencoba melebarkan cangkupan, Dahlan Iskan justru punya ide lain.
Menteri BUMN itu mencoba mengeluarkan ide unik untuk solusi pengentasan kemiskinan pada 9 Juli 2012. Ia mencoba mewacanakan impor kelinci dari China. Ia mau mengimpor kelinci pejantan sehingga nantinya akan dikawinkan dengan kelinci betina lokal.
Ia punya pertimbangan sendiri terkait idenya. Ia menganggap impor kelinci adalah cara ampuh mengentaskan kemiskinan. Kondisi itu karena kelinci mudah dipelihara. Dahlan akan bagikan kelinci ke warga kampung. Dahlan punya hitungannya sendiri.
Jika satu keluarga memelihara 50 kelinci, ia perkirakan penghasilan satu keluarga bisa mencapai Rp2 juta per bulan. Jumlah itu dianggap cukup besar untuk mengangkat ekonomi keluarga. Belum lagi nantinya daging kelinggi bisa jadi solusi di tengah mahalnya daging sapi.
Ide Dahlan tak mudah diterima. Banyak yang mempertanyakan terkait keseriusan sebagai Menteri BUMN. Ada pula yang turut mengecamnya tak bisa memanfaatkan posisi menteri dengan cangkupan luas untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.
"Karena kelinci itu memeliharanya mudah. Ini juga bukan hanya mengatasi harga daging sapi yang melambung tinggi, melainkan juga bisa untuk mengentaskan (masyarakat) miskin," ujar Dahlan selepas rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta sebagaimana dikutip laman kompas.com, 9 Juli 2012.