Perayaan Hari Desain Grafik Dunia yang Jadi Profesi Menjanjikan dalam Sejarah Hari Ini, 27 April 1995
Ilustrasi foto (Balazs Ketyi/Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Hari Desain Grafik Dunia atau World Graphic Design Day diperingati setiap tanggal 27 April. Peringatan ini diambil dari hari jadi Icograda, asosiasi desain grafik di Kanada tahun 1963.

Icograda adalah singkatan dari The International Council of Graphic Design Associations. Memiliki jaringan di hampir seluruh dunia, Icograda adalah lembaga yang menaungi para profesional di bidang desain komunikasi.

Beberapa disiplin ilmu desain komunikasi yang dilingkup Icograda, di antaranya desain grafik, komunikasi visual, penelitian, pendidikan, penelitian, jurnalistik, hingga manajemen desain. Icograda mengedepankan peran desainer komunikasi dalam masyarakat dan dunia industri.

Perayaan Hari Desain Grafik Dunia sendiri diperingati sejak 1995, puluhan tahun setelah Icograda didirikan. Hari Desain Grafik Dunia diperingati sebagai momentum untuk para desainer merefleksikan kembali peran dunia komunikasi visual dalam peradaban dunia.

Caranya, di Hari Desain Grafik Dunia, para desainer diajak mengoptimalisasikan peran jaringannya. Mereka juga didorong untuk meningkatkan komunikasi untuk mengatasi kesenjangan antar umat manusia lewat desain komunikasi.

Apa itu desain grafik?

Mengutip dari berbagai sumber, desain grafik adalah seni komunikasi lewat tulisan, ruang, dan gambar. Desain grafik merupakan bagian dari komunikasi visual.

Ilmu desain grafik mencakup seni visual, tipografi, tata letak, serta desain interaksi. Menarik sejarahnya, banyak sumber menyebut Henry Cole, tokoh pendidikan Inggris sebagai sosok penting yang memantik perkembangan ilmu ini.

Sebagai tokoh pendidikan terpandang dan berpengaruh dalam pendidikan desain di Inggris, Henry meyakinkan pemerintah Inggris soal pentingnya desain. Saat itu sebuah jurnal berjudul Journal of Design and Manufactures disusun.

Henry kemudian menggelar The Great Exhibition. Eksibisi itu ia gelar untuk merayakan munculnya teknologi industri modern dan desain bergaya Victoria.

Bagaimana sejarah perkembangan desain grafik?

Kata "desain grafik" sendiri kali pertama digunakan pada 1922, di dalam sebuah esai berjudul New Kind of Printing Calls for New Design. Esai itu ditulis William Addison Dwiggins, seorang desainer asal Amerika Serikat (AS).

Beberapa tahun kemudian, tepatnya 1928, Jan Tschichold merumuskan prinsip-prinsip dasar tipografi modern dalam bukunya, New Typography. Tshcichold adalah salah satu tipografer paling berpengaruh dalam ilmu desain grafis yang kita kenal hari ini.

Selain Tschichold, ada nama lain, yaitu Bauhaus, Herbert Bayer and Laszlo Moholy-Nagy, serta El Lissitzky. Merekalah yang memelopori teknik produksi yang akhirnya digunakan sepanjang abad ke-20.

Di tahun-tahun berikutnya, desain grafik mulai diakui luas dan banyak diterapkan. Kebutuhan desain grafik meningkat pesat selepas Perang Dunia II.

Desain grafik digunakan dalam banyak periklanan dan kemasan produk. Di Amerika Serikat (AS), tahun 1937 jadi periode paling berpengaruh dalam perkembangan desain grafik.

Pemicunya adalah perpindahan Sekolah Bauhaus dari Jerman ke Chicago. Nama-nama yang terkenal di antara mereka adalah Adrian Frutiger. Ia adalah desainer jenis huruf Univers dan Frutiger.

Setelah itu ada juga Paul Rand. Paul dikenal dengan prinsip Bauhaus yang setia ia terapkan dalam iklan dan desain logo sejak akhir 1930-an hingga kematiannya pada 1996. Sejak itu desain grafik terus meluas.

Secara industri, perkembangan desain grafik tumbuh seiring perkembangan konsumerisme. Kondisi ini sempat melahirkan kontroversi di antara banyak komunitasi desain.

Mereka menerbitkan manifesto First Things First, yang pertama kali diterbitkan pada 1964 dan diterbitkan ulang tahun 1999 di majalah Emigre. Pertumbuhan konsumerisme terus memacu perkembangan ilmu desain grafik.

Desainer grafik Indonesia

Perkembangan industri desain grafik turut melahirkan banyak praktisi terkemuka. Sebut saja Rudy VanderLans, Erik Spiekermann, Ellen Lupton, dan Rick Poynor. Di dalam negeri, sejumlah nama desainer grafik juga telah mencatatkan berbagai capaian.

Henricus Kusbiantoro

Nama Henricus Kusbiantoro adalah salah satu di jajaran paling atas desainer grafik Indonesia. Lulusan Institus Teknik Bandung (ITB) itu terkait erat dengan konsultan merek dan logo terkemuka di dunia, Landor.

Selepas dari ITB, Henricus melanjutkan pendidikan ke Pratt Institute, Brooklyn, New York. Henricus mendapatkan predikat 'Highest Achievement' dalah kelulusannya dari Pratt Institute.

Di Landor, Henricus menjabat sebagai salah satu art director. Pria asal Bandung dikenal memiliki minat tinggi pada ilustrasi pewayangan. Saat berkuliah itu Henricus turut meniti karier di Pushpn Studio.

Pushpin Studio adalah perusahaan yang didirikan desainer grafis legendaris AS, Seymor Chwast dan perancang logo I Love New York, Milton Glaser. Selepas dari Pushpin, Henricus bekerja di sejumlah perusahaan berskala internasional lain.

Rini Sugianto

Ada juga nama Rini Sugianto. Lulusan Universitas Parahyangan (Unpar), Bandung, Jawa Barat itu terlibat dalam berbagai proyek film penting, seperti The Adventure of Tintin dan The Hobbit: An Unexpected Journey.

Lulus dari Unpar dengan pembidangan teknologi digital 3D, Rini melanjutkan kuliah di Academy of Art University di San Fransisco. Rini lulus tahun 2005 dari kampus itu.

Setelahnya Rini bekerja untuk Weta Studio di New Zealand sebagai character animator. Di Weta Studio, Rini ikut dalam penggarapan film The Avengers, Iron Man 3, serta Hunger Games: Catching Fire.

Marsha Chikita

Selama kamu punya televisi, kamu pasti tahu Upin dan Ipin. Animasi itu telah jadi budaya populer, tak hanya sebagai tontonan anak-anak, tapi juga sebagai entitas diskusi orang dewasa.

Terkait produksi, misalnya. Nama Marsha Chikita muncul sebagai seniman grafis dalam negeri yang terlibat dalam pembuatan Upin dan Ipin.

Berawal dari karyawan magang di rumah produksi Upin dan Ipin, Las' Copaque Production, Chikita kemudian diangkat menjadi salah satu karyawan. Dalam produksi Upin dan Ipin Chikita bertanggung jawab atas komposisi, pencahayaan, hingga menggerakkan gambar dan penggarapan karakteristik tokoh.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH DUNIA atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya