JAKARTA - Aktris senior Tamara Bleszynski mengungkapkan kekecewaannya usai merasa haknya sebagai ahli waris belum juga terpenuhi, bahkan setelah 24 tahun berlalu sejak sang ayah meninggal dunia pada tahun 2001 atas sebuah hotel warisan di daerah Puncak, Jawa Barat.
Dalam unggahan yang disertai video singkat makam sang ayah, Tamara menyoroti adanya pihak lain yang justru menikmati manfaat dari warisan tersebut, sementara dirinya sebagai pihak yang sah justru harus menanggung beban.
"Tidak ada yang lebih 'wow' daripada melihat pihak yang menikmati manfaat dari warisan seseorang yang telah meninggal sejak 2001. Dua puluh empat tahun berlalu... dan pihak yang sah tidak pernah menerima apa pun, justru menanggung beban," tulis Tamara dikutip VOI dari instagram pribadinya, Senin, 1 Desember.
Ia secara spesifik menyinggung masalah sebuah aset hotel yang menjadi bagian dari warisan tersebut. Menurutnya, sebagai ahli waris, ia sering mendengar kabar bahwa hotel tersebut akan dijual oleh pihak manajemen, namun tanpa ada kejelasan lebih lanjut.
Tamara juga mengaku tidak pernah mengetahui bagaimana alur keuangan hotel tersebut selama ini.
BACA JUGA:
"Soal 'DIJUAL', itu memang yang selalu kami sebagai ahli waris dengar, dari pihak management hotel. Namun sampai hari ini, belum ada kejelasan berapa lama lagi menunggu, dan kami juga tidak tahu bagaimana alur keuangannya selama ini," ungkapnya.
Merasa perjuangannya menemui jalan buntu, Tamara pun secara terbuka meminta bantuan kepada publik. Ia memohon kepada para pengikutnya untuk turut memantau perkembangan hotel warisan keluarganya tersebut.
Tak hanya itu, ia juga membuka pintu bagi siapa saja yang memahami jalur hukum atau memiliki kenalan yang bisa memberikan arahan untuk menghubunginya secara langsung melalui direct message (DM).
"Teman-teman, mohon bantu ikut memantau perkembangan hotel ini. Dan bila ada yang memahami jalur hukum atau memiliki kenalan yang bisa memberi arahan, DM aku yah," pintanya.