JAKARTA - Kemitraan baru Meghan Markle dengan platform belanja berbasis AI, OneOff, disebut bisa mengganggu upaya Pangeran Harry untuk memulihkan pengamanan otomatis bagi keluarganya di Inggris.
Menurut laporan Mirror yang dikutip Selasa, 5 Mei, Meghan akan mendapat bagian keuntungan dari penjualan busana yang ia kenakan dan dipasarkan melalui platform tersebut. Sebagian besar busana itu dipakai Meghan saat berkunjung ke Australia bersama Harry bulan lalu.
Harry saat ini masih berupaya agar ia dan keluarganya kembali mendapat pengamanan otomatis di Inggris. Fasilitas itu biasanya diberikan kepada anggota keluarga kerajaan yang masih aktif menjalankan tugas resmi dan dibiayai pembayar pajak.
Wartawan kerajaan Stacy Schaverien menilai kerja sama bisnis Meghan bisa memunculkan pertanyaan baru.
“Jika Harry mendapatkan kembali hak atas pengamanan yang dibiayai pembayar pajak untuk dirinya dan keluarganya, bagaimana hal itu akan terlihat ketika ia dan Meghan mengunjungi Inggris?” kata Schaverien dikutip Mirror.
BACA JUGA:
Ia juga mempertanyakan apakah kunjungan yang berisi agenda amal dapat ikut dipakai untuk menghasilkan uang, seperti saat perjalanan mereka ke Australia.
Pangeran Harry sebelumnya menggugat putusan Pengadilan Tinggi yang tidak berpihak kepadanya. Perkara itu masih dalam peninjauan.
Harry dan Meghan kehilangan pengamanan otomatis setelah mundur dari tugas kerajaan pada 2020. Namun, kunjungan mereka ke Australia baru-baru ini kembali memicu sorotan karena diisi kegiatan amal dan agenda yang mirip tur kerajaan.
Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa pasangan Sussex bisa kembali digunakan keluarga kerajaan dalam “peran separuh resmi”. Namun, laporan Hello! Magazine menyebut posisi Meghan bisa lebih sulit karena kerja samanya dengan OneOff.
Isu ini muncul menjelang kembalinya Invictus Games ke Inggris tahun depan. Pangeran Harry juga dijadwalkan datang ke Birmingham akhir tahun ini untuk membantu persiapan ajang tersebut.
Sejak keluar dari keluarga kerajaan, Harry dan Meghan mencari sejumlah sumber pendapatan, termasuk kerja sama dengan Netflix dan Spotify. Dua kerja sama itu disebut berakhir mendadak.
Meghan kini juga mengembangkan merek gaya hidupnya, As Ever. Produk merek itu mendapat sambutan besar dari penggemar dan beberapa kali terjual habis tak lama setelah dirilis.