Bagikan:

YOGYAKARTA – Interseks adalah istilah untuk menyebut seseorang yang terlahir dengan kelamin ganda. Diperkirakan, sekitar 1 dari 1.000 bayi di seluruh dunia terlahir dengan kondisi ini. Sebelumnya, kondisi intersex dikenal dengan sebutan hermafrodit.

Interseks tidak termasuk dalam kategori penyakit, melainkan variasi yang terjadi secara alami pada manusia. Selain itu, interseks tidak memengaruhi kesehatan fisik bayi, meskipun dapat menyebabkan komplikasi seiring berjalannya waktu, termasuk potensi masalah kesuburan.

Apa Itu Interseks?

Dikutip VOI dari Medical News Today,  Interseks adalah istilah umum yang menggambarkan perbedaan karakteristik jenis kelamin yang tidak sesuai dengan gagasan biner laki-laki atau perempuan. Ciri-ciri seks meliputi alat kelamin, hormon, dan pola kromosom.

Menurut organisasi Intersex Human Rights Australia (IHRA), setidaknya ada 40 variasi interseks yang berbeda.

Beberapa ciri interseks mungkin terlihat saat lahir, sementara yang lain mungkin tidak muncul sampai orang tersebut mencapai pubertas. Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka adalah interseks.

Diperkirakan, 1,7 persen populasi memiliki sifat interseks. Hal ini setara dengan jumlah orang yang terlahir dengan rambut merah.

Beberapa orang mungkin juga menyebut seseorang yang interseks memiliki perbedaan dalam perkembangan jenis kelamin.

Identitas Pemilik Sifat Interseks

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2020, seseorang yang mempunyai dua jenis kelamin dapat menunjukkan berbagai identitas gender. Identitas gender mengacu pada perasaan pribadi gender individu terlepas dari jenis kelamin mereka.

Survei yang dilakukan di Australia pada 2015 juga menunjukkan hal yang sama. Sebanyak 75 persen responden interseks mengidentifikasi jenis kelamin mereka sebagai laki-laki atau perempuan. Sementara 25 persen sisanya memilih opsi lain, termasuk interseks.

Cara Mengidentifikasi Interseks

Ilustrasi seseorang dengan sifat interseks
Ilustrasi seseorang dengan sifat interseks (Timusu/Pixabay)

Penentuan gender bayi interseks biasanya ditetapkan oleh dokter ketika bayi tersebut lahir. Di sebagian besar Amerika Serikat, ini akan menjadi pria atau wanita. Kendati demikian, interseks tidak selalu memengaruhi identitas gender seseorang.

Seorang interseks bisa mengidentifikasi diri mereka sebagai jenis kelamin lain dan memilih untuk hidup sesuai dengan jenis kelamin ini. Beberapa mungkin mengidentifikasi diri sebagai non-biner dan memiliki banyak jenis kelamin atau tanpa jenis kelamin, sementara yang lain mungkin berpindah antar jenis kelamin.

Seorang yang memiliki sifat interseks tidak boleh merasa bahwa mereka harus mematuhi jenis kelamin yang biasanya diasosiasikan dengan jenis kelamin yang ditentukan oleh dokter atau keluarga mereka saat lahir atau jenis kelamin yang mungkin ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan penampilan atau anatomi mereka.

Ciri-Ciri Interseks

Bayi yang terlahir dengan kondisi interseks dapat dikenali dari beberapa ciri berikut ini:

  • Tidak mempunyai lubang vagina
  • Ukuran klitoris lebih besar
  • Bibir vagina (labia) tertutup atau mirip kantung zakar
  • Ukuran penis lebih kecil dari yang diharapkan (mikropenis)
  • Penis tidak mempunyai lubang uretra
  • Skrotum atau kantung zakar kosong dan bentuknya mirip labia

Kondisi interseks biasanya baru diketahui ketika bayi sudah dewasa dan memasuki usia pubertas. Seorang interseks yang memiliki lebih banyak ciri-ciri biologis laki-laki ketika masih kanak-kanak, akan terlihat lebih feminim ketika sudah puber.

Sebaliknya, seorang interseks yang terlihat seperti perempuan, mungkin mulai tampak seperti laki-laki ketika remaja.

Ketika bayi terlahir dengan sifat interseks, dokter dan orang tua bayi akan menetapkan jenis kelamin bayi membesarkannya sesuai dengan norma gender yang terkait dengan jenis kelamin tersebut.

Dokter kadang-kadang dapat melakukan operasi ganti alat kelamin bayi, namun sebagian besar organisasi medis menganggap operasi tersebut tidak bisa diterima. Beberapa mungkin juga meresepkan perawatan hormon selama pubertas, tetapi ini juga mendapat banyak penolakan.

Tujuan dari perawatan ini biasanya adalah untuk membuat bayi lebih “cocok” ke dalam kategori pria atau wanita.

Akan tetapi, ada gerakan yang berkembang yang bertujuan untuk mengubah cara pandang profesional medis, orang tua, dan orang lain terhadap orang interseks. Karena interseks bukan penyakit, banyak yang percaya bahwa interseks tidak memerlukan pengobatan.

Demikian informasi seputar apa itu interseks. Semoga bermanfaat!