Pete Townshend Ditawari Isi Solo Lagu <i>Beat It</i>, Eddie Van Halen yang Menyulapnya Jadi <i>Masterpiece</i>
Eddie Van Halen dan Michael Jackson (Twitter @michaeljackson)

Bagikan:

JAKARTA - Eddie Van Halen meninggal pada Selasa, 6 Oktober waktu Amerika karena kanker tenggorokan. Ia meninggal pada usia 65 tahun.

Sebagai salah satu gitaris rock ternama, banyak cerita mengenai Eddie yang dibagikan oleh berbagai musisi dan kerabat mediang. Salah satu yang menarik adalah bagaimana ia mengisi solo lagu Beat It milik Michael Jackson.

Anggota The Who, Pete Townshend adalah orang pertama yang mendapat tawaran tersebut namun karena ia tidak bisa melakukannya, ia merekomendasi nama Eddie.

Quincy Jones selaku produser menghubungi Eddie dan mengundangnya ke studio. Meskipun Eddie belum tahu amau apa, ia tetap datang dan merekam bagiannya secara cuma-cuma.

“Saya mendengarkan lagunya dan saya berpikir, ‘Bisakah saya mengganti beberapa bagian?” tim produser langsung menyetujui perkataan Eddie tersebut melansir EW pada hari yang sama.

Tidak butuh waktu lama bagi Eddie untuk menambahkan bagian favoritnya. “Saya baru menyelesaikan solo kedua ketika Michael (Jackson) datang. Dan kalian tahu artis adalah orang yang gila. Kami sedikit asing satu sama lain,” kata Eddie.

Sang gitaris merasa takut jika Jackson tidak menyukai bagiannya, tetapi ternyata produser itu malah memujinya.

“Wow, terima kasih memiliki passion tidak hanya datang dan bermain solo, tetapi peduli dengan lagunya dan membuatnya lebih baik,” kata Michael Jackson.

Nama Eddie Van Halen memang tidak tercantum dalam kredit album tetapi setiap kali ia melewati Tower Records, ia selalu mendengarkan lagu Beat It di dalam toko tersebut.

“Ketika bagian solo muncul, saya mendengar anak-anak di depan saya berkata, ‘Dengar, orang ini mencoba terdengar seperti Eddie Van Halen,” kata Eddie.

Sang virtuoso lalu menghampiri anak-anak itu dan menjawab, “ITU adalah aku!,” katanya dengan bangga.

Beat It adalah salah satu Michael Jackson paling signifikan baik dalam album Thriller maupun karier si raja pop secara keseluruhan. Dirilis pada 1983, lagu ini sukses menjadikan Thriller sebagai album paling laku sepanjang masa.