Bagikan:

YOGYAKARTA – Rasa cemas yang berlebihan bisa menyebabkan berbagai gejala fisik. Ini dialami tidak oleh sedikit orang, oleh karena itu perlu diketahui kenapa rasa cemas bikin pening kepala dan bagaimana caranya mengatasi.

Terdapat banyak teknik dalam mengelola kecemasan, dilansir HelpGuide. Salah satunya dengan meditasi dan mempraktikkan mindfulness. Tetapi disaat-saat yang tak memungkinkan untuk memotong waktu digunakan meditasi, seseorang bisa melakukan teknik tercepat. Teknik tersebut dengan melibatkan satu atau lebih indera, antara lain penglihatan, suara, rasa, penciuman, sentuhan, atau melalui gerakan.

Mengenali dan mengontrol napas juga merupakan teknik untuk merilekskan. Mencoba bernapas panjang, membuat Anda merasa lebih tenang.

Selain dua teknik di atas, mengambil jeda dan menikmati lanskap sekitar Anda juga bisa membantu pikiran lebih jernih. Mengutip VerywellMind, mencemaskan hal yang belum terjadi, khawatir berlebihan, berhubungan signifikan dengan kepala pening.

Menurut penelitian, mereka dengan gangguan kecemasan dan terutama gangguan kecemasan umum lebih berpotensi mengalami migraine dan sakit kepala persisten. Sakit kepala ini bisa menjadi gejala kronis apabila tak segera dikenali dan dikelola tepat.

kepala pusing karena cemas diatasi dengan atur napas
Ilustrasi kepala pusing karena cemas (iStockphoto)

Rasa cemas dan sakit kepala terkoneksi dengan tiga mekanisme. Pertama, disebut predisposisi genetik yang menyiratkan bahwa seseorang lahir dengan kecenderungan kecemasan dan sakit kepala. Kedua, kecemasan dirasakan sebelum sakit kepala. Ini dialami karena terjadi peningkatan ketegangan otot hingga mengalami gangguan tidur yang memperburuk kepala pening.

Ketiga, ditemukan oleh para peneliti bahwa sakit kepala menyebabkan kecemasan dipicu oleh ketidakstabilan dan stres ketika mengalami kondisi yang tidak terduga.

Gejala yang paling umum dialami, sakit kepala tegang muncul ketika otot berkontraksi dan mengencang di kepala serta kulit kepala. Ini menyebabkan ada rasa nyeri tumpul atau tekanan pada kedua sisi kepala. Biasanya dirasakan di kulit kepala, pelipis, leher, dan bahu. Pening kepala ini berlangsung antara 30 menit bahkan hingga 7 hari.

Sebenarnya, gejala pening karena cemas ini bisa dipicu faktor lain. Seperti mengalami tekanan, dehidrasi, postur duduk atau posisi kepala yang buruk, masalah gigi, ketegangan mata, dan terlalu banyak minum kafein.

Sedangkan migrain, lebih sering dialami oleh perempuan daripada pria. Serangan ini melalui fase, dialami mulai dari 4 sampai 72 jam atau lebih. Nah, pening kepala pening karena cemas ini juga memicu gejala fisik lain, diantaranya mual dan muntah, merasa lelah, peka pada cahaya dan suara, hingga mengalami gangguan visual.

Karena alasan di atas, mengapa penting melakukan teknik relaksasi. Artinya, Anda bisa mendapatkan cara yang tepat agar lebih rileks dan kepala pening berangsur pulih. Jika tak sembuh dengan teknik relaksasi dan dialami berulang, maka disarankan untuk konsultasi pada profesional supaya mendapatkan rekomendasi paling tepat.