Bagikan:

JAKARTA - Lari maraton adalah tantangan besar yang membutuhkan persiapan matang, baik dari segi fisik maupun mental. Bagi pelari pemula maupun yang sudah berpengalaman, ada beberapa aspek penting harus diperhatikan agar dapat menyelesaikan maraton dengan baik.

ASICS Indonesia mengadakan konferensi pers di Daun Muda, Jakarta Pusat pada Kamis, 13 Maret, di mana para pelari berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi ajang lari bergengsi, Tokyo Marathon 2025.

Sejumlah pelari yang berpartisipasi, seperti Danar Guritno, Glenda Vyona, Jasment, dan Naufal Rahman hingga Coach Andriyanto membagikan perjalanan mereka dalam menaklukkan tantangan maraton, termasuk strategi latihan, persiapan mental, hingga pentingnya pemilihan perlengkapan olahraga yang tepat.

1. Rutin Berlatih dengan Pendekatan Terstruktur

Latihan yang terencana menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi maraton. Danar Guritno menekankan pentingnya latihan yang sistematis dengan bimbingan pelatih.

"Saya latihan dengan coach Andri secara terstruktur. Setiap latihan harus memiliki tujuan yang jelas. Tantangan yang saya hadapi membuat saya lebih disiplin dalam berlari dan berusaha memberikan yang terbaik," ujar Danar.

2. Cukup Istirahat untuk Performa Optimal

Bagi pelari maraton, istirahat yang cukup menjadi faktor penting dalam menjaga stamina. Glenda Vyona, yang sukses mencapai target Sub 4 mengaku saat itu tengah menyelesaikan tesis dan mengurus anak selama persiapan Tokyo Marathon. Ia menuturkan bahwa tidur cukup sangat berpengaruh terhadap performanya.

"Kami diberi waktu 16 minggu untuk latihan. Saat Tokyo Marathon, saya juga sedang mengerjakan tesis dan punya anak. Tapi syukurnya, saya tidak begadang, sehingga semuanya berjalan dengan baik. Badan terasa lebih fit," jelas Glenda.

3.Menjaga Nutrisi dan Hidrasi

Selain latihan fisik, aspek nutrisi juga menjadi perhatian utama dalam persiapan maraton. Coach Andriyanto menegaskan bahwa pola makan yang baik dapat mendukung stamina dan pemulihan tubuh.

"Nutrisi selalu kami pantau agar para pelari mendapatkan energi yang cukup selama latihan dan lomba," katanya.

Tak hanya itu, Naufal Rahman, yang sukses menyelesaikan debut maratonnya juga mengungkapkan pentingnya dukungan dari ASICS dalam menyediakan berbagai perlengkapan lari.

"ASICS memberikan berbagai produk seperti sepatu, suplemen, dan perlengkapan lainnya untuk menunjang performa kami," ujar Naufal.

4. Persiapan Mental

Menurut Coach Andriyanto, mental yang kuat merupakan faktor krusial dalam menghadapi tantangan maraton.

"Untuk lari maraton, 90% adalah mental, 10% adalah fisik. Bukan hanya fisik yang harus disiapkan, tapi juga mental," tegasnya.

Hal ini dibenarkan oleh Naufal Rahman, yang merasakan bagaimana mental kuat dapat membantu menyelesaikan maraton pertamanya.

"Mental power sangat dibutuhkan agar lebih kuat. Jika fisik sudah siap, maka mindset harus diubah. Latihan tidak boleh setengah-setengah, persiapan harus maksimal," tutur Naufal.

5. Memilih Sepatu yang Tepat

Sepatu lari memiliki peran penting dalam menunjang performa pelari. Coach Andriyanto menjelaskan perkembangan teknologi pada sepatu lari kini semakin mendukung kenyamanan dan efisiensi dalam berlari.

"Dulu sepatu lari hanya untuk melindungi kaki, tapi sekarang ada teknologi yang bisa meningkatkan performa. Setiap pelari punya karakteristik berbeda, jadi sepatu yang digunakan harus nyaman dan sesuai dengan kebutuhan mereka." jelasnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+