Bagikan:

JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun menegaskan, kasus korupsi Jiwasraya yang menjadikan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata sebagai tersangka dapat menjadi pembelajaran penting.

Selain itu, Misbakhun menegaskan, DPR RI menghormati proses hukum yang berlangsung, termasuk dalam kasus yang menimpa anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Bagi saya ini juga menjadi bagian proses yang mau tidak mau jadi pembelajaran bagi siapa pun dalam menjalankan dan melaksanakan tugas itu lebih berhati-hati ke depan," ujarnya kepada awak media, Senin, 10 Februari.

"Ini bagi Komisi XI karena mitranya (Kementerian Keuangan) ya juga memberikan rasa mudah-mudahan beliau (Isa Rachmatarwata) diberikan sabar. Dan ke depan ini juga menjadi sebuah kasus pembelajaran. Saya sekali lagi menyampaikan, menghormati proses hukum yang berlaku," tambahnya.

Di sisi lain, Misbakhun menyampaikan untuk pengganti Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata merupakan kewenangan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Meski demikian, Misbakhun menegaskan, langkah tersebut penting agar efektivitas pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Anggaran tidak terganggu.

Sebab itu, dia mendorong Kemenkeu untuk mencari pejabat sementara pengganti Isa.

Namun, lanjutnya, dilakukan tanpa mengurangi hak-hak hukum yang masih dimiliki tersangka.

Sementara itu, Misbakhun menyampaikan terkait kepercayaan publik terhadap pemerintah, di serahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

"Bagaimanapun juga upaya kita adalah membangun tata kelola yang baik. Kita kan tidak bisa mengharapkan manusia sempurna. Kita ini semua manusia, bukan malaikat yang bersih dari nafsu," jelasnya.