Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengevaluasi tes bahasa Inggris untuk Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) tahun ini.

Evaluasi tes bahasa dilakukan berdasarkan keluhan dan masukan para peserta RBB tahun lalu.

Sekretaris Jenderal FHCI BUMN, Dharma Syahputra mengaku sudah diberikan catatan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir untuk melakukan penyesuaian soal tes bahasa Inggris RBB 2024.

“Tapi yang kemarin di note Pak Menteri, kita lakukan penyesuaian-penyesuaian. Mudah-mudahan tahun ini experience-nya lebih bagus,” kata Dharma dalam konferensi pers di Media Center Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 22 Maret.

Lebih lanjut, Dharma mengaku pihaknya menampung dan memperhatikan keluhan-keluhan tersebut.

“Bahasa Inggris, kita sangat memperhatikan masukan-masukan yang ramai teman-teman di media, yang menyatakan sulit sekali dan sebagainya,” ujar Dharma.

Sementara itu, Ketua FHCI BUMN Alexandra Askandar mengatakan meskipun tes Bahasa Inggris dilakukan penyesuaia, namun standar soal tes bahasa Inggris RBB tahun ini tak akan diturunkan.

Lebih lanjut, Alexandra mengatakan pihaknya tetap mengacu pada tes-tes bahasa Inggris dari lembaga internasional, dan menyesuaikan kebutuhan BUMN.

“Untuk bahasa Inggris ini kita tentunya akan melihat kembal, tapi bukan berarti kita akan menurunkan standar. Karena kita menggunakan benchmark,” ujar Alexandra.

Menurut Alexandra, tes bahasa Inggris adalah hal yang umum, dan tak hanya dilakukan dalam tes Rekrutmen Bersama BUMN.

“Karena kalau bicara bahasa Inggris ini kan sesuatu yang bersifat umum, bukan hanya di tes RBB,” tutur Alexandra.

Sekadar informasi, pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) 2024 akan dibuka besok, Sabtu, 23 Maret.

Pada RBB tahun ini, 1.830 posisi tersedia dari 688 jenis pekerjaan yang dibuka oleh 110 BUMN.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk ikut dalam RBB tahun ini, bisa mendaftar dengan mengakses situs https://rekrutmenbersama.fhcibumn.id/.

Pada RBB tahun ini akan ada beberapa tahapan seleksi seperti tes kemampuan dasar, tes akhlak, tes bahasa Inggris, dan tes kemampuan bidang di masing-masing BUMN. Selain itu, mulai tahun ini akan ada tambahan dua jenis tes yakni tes wawasan kebangsaan dan tes learning agility.