Bagikan:

JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka mempunyai program yang akan dijalankan dalam pemerintahan mendatang.

Rencananya, Prabowo-Gibran bakal membangun 3 juta rumah.

Merespons hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, belum ada pembahasan spesifik soal rencana pembangunan 3 juta rumah tersebut.

Namun, dia meyakini alokasi anggaran untuk merealisasikan program tersebut akan lebih besar daripada program 1 juta rumah yang ada di Pemerintahan era Joko Widodo (Jokowi) saat ini.

"Belum ada pembicaraan, kalau dahulu pak Jokowi 1 juta rumah itu bisa kami capai lebih dari 1 juta rumah. Kalau ada program 3 Juta rumah, ya, menurut saya bagus, tapi belum dibahas," ujar Basuki kepada wartawan di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, dikutip Kamis, 14 Maret.

Basuki menilai, pada pagu anggaran tahun sebelumnya untuk pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dihargai Rp144 juta/unit.

Sehingga, untuk merealisasikan program 1 juta rumah diperlukan setidaknya Rp144 triliun.

Dengan demikian, apabila biaya pokok pembangunan 1 unit rumah tidak berubah, yaitu Rp144 juta per unit.

Nantinya untuk membangun 3 Juta rumah MBR setidaknya diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp432 triliun.

"Kalau penganggaran (untuk 3 juta rumah) pasti tidak sama. Satu rumah, kan, Rp144 juta," imbuhnya.

Adapun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut, saat ini backlog perumahan di Indonesia mencapai 12,7 juta keluarga yang belum memiliki rumah.

Kementerian PUPR mencatat, backlog perumahan terus meningkat dengan jumlah mencapai 680.000 rumah tangga setiap tahunnya.