Bagikan:

JAKARTA - Staf Khusus III Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga buka suara terkait dua komisaris perusahaan BUMN yang tidak mundur dari jabatannya meski telah menyatakan dukungan kepada pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024.

Diketahui, Komisaris Utama PT KAI (Persero) Said Aqil Siradj merupakan pendukung capres nomor urut 1 dan Komisars Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merupakan pendukung capes nomor urut 3.

Arya mengatakan, keduanya tidak mundur dari jabatannya karena Said dan Ahok hanya menyatakan dukungannya namun tidak ikut serta dalam kampanye.

"Ya kalau menyatakan (dukungan) silakan saja, yang penting enggak ikut kegiatan kampanye," ujar Arya saat ditemui di Stasiun Gambir, Senin 22 Januari.

Dikatakan Arya, Ahok dan Said berbeda dengan Abdee Slank yang memutuskan untuk mundir dari jabatannya sebagai Komisaris Independen PT Telkom karena ingin terang-terangan melakukan kampanye bersama geup band Slank.

"Kan kalau Pak Abdee itu kan dia aktif kampanye kalau Pak Said kan enggak. Dia hanya menyatakan dukung, Pak Ahok juga begitu kan. Dia hanya menyatakan mendukung tidak ada kampanye kan. Kalau dia mulai kampanye ya harus mengundurkan diri," sambung Arya.

Arya juga menegaskan keputusan untuk mundur dari jabatan hanya berlaku bagi pejabat yang mengikuti kampanye secara terang-terangan namun tidak berlaku bagi yang hanya menyatakan dukungan.

Arya juga enggan membeberkan siapa saja jajaran petinggi BUMN yang menyatakan dukungannya kepada calon presiden dan wakil presiden 2024.

"Pokoknya kalau ikut kampanye aktif mundur. Kalau hanya menyatakan kan dia cuma ya mengambil posisi aja dukung siapa, tapi kan tidak kampanye," pungkas Arya.

Sebelumnya, Abdee Slank mengundurkan diri di jabatannya sebagai Komisaris Independen PT Telkom Tbk karena secara terang-terangan menunjukkan dukungannya kepada pasangan capres-caapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Slank dan Slankers secara resmi menyatakan dukungan mereka kepada pasangan Ganjar-Mahfud 25 hari menjelang gelaran Pilpres 2024.