House of One: Satu Tempat Ibadah untuk Islam, Yahudi, dan Kristen
Inisiator House of One, Imam Kadir Senci, Rabi Andreas Nachama, serta Pastor Gregor Hohberg (Instagram/@houseofoneberlin)

Bagikan:

JAKARTA - Sebuah simbol kerukunan antar-umat beragama dibangun di Berlin, Jerman. Simbol itu dinamai House of One, sebuah tempat ibadah bersama antara umat Muslim, Yahudi, dan Kristen. House of One terwujud setelah sepuluh tahun hanya menjadi ide.

Kamis, 27 Mei lalu, para pemimpin agama Islam, Yahudi, dan Kristen meletakkan batu fondasi pembangunan House of One bersama-sama. Pastor Gregor Hohberg mengatakan House of One tak cuma rumah perdamaian bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen, tapi juga umat agama lain, bahkan para penganut ateisme.

House of One diharapkan jadi ruang dialog umat manusia. Ketua Parlemen Jerman Wolfgang Schauble mengapresiai tinggi House of One. "Merealisasikan gagasan Gregor Hohberg membutuhkan keyakinan kepada Tuhan dan keterlibatan orang-orang yang bijaksana," kata Schauble.

"Menyatukan tiga rumah Tuhan dan tiga agama di bawah satu atap tanpa membuat kekacauan adalah keajaiban," tambah dia, sebagaimana dikutip dari VOA Indonesia, Selasa, 1 Juni.

Wali Kota Berlin Michael Mueller memberi sikap hormat yang sama. Menurutnya pendirian House of One jadi penting mengingat manusia kini hidup dalam dunia yang terkoneksi. "Karena itu adalah normal dan penting bahwa konflik dunia yang dramatis dapat didiskusikan di Ibu Kota Jerman," tutur Mueller.

"Dan bahwa orang-orang memiliki panggung untuk menyoroti masalah di negara-negara mereka dan mengungkapkan pendapat mereka ... Tetapi, kebencian dan kekerasan, anti-Yahudi dan Islamofobia, rasisme dan hasutan tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita."

Satu rumah untuk tiga agama

Inisiator House of One, Imam Kadir Senci, Rabi Andreas Nachama, serta Pastor Gregor Hohberg (Instagram/@houseofoneberlin)

Dalam acara itu para pemimpin agama bergantian memmpin doa. Mereka adalah Imam Kadir Senci, Rabi Andreas Nachama, serta Pastor Gregor Hohberg.

House of One dibangun di lokasi berdirinya gereja abad ke-13 dengan menara tertinggi di Berlin, Petrikirche. Lokasi itu juga diketahui sebagai asal muasal Kota Berlin.

Gereja itu sempat berdiri dan bertahan dalam berbagai bentuk, sampai pemerintah komunis Jerman Timur merobohkannya pada 1964. Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan House of One akan rampung dalam waktu lima tahun ke depan.

House of One akan dibangun dalam struktur batu dan bata dengan tinggi 40 meter. Pembangunannya diestimasi menghabiskan biaya 53,3 juta dolar AS.

Alat berat dalam tahap awal pembangunan House of One (Intagram/@houeofoneberlin)

Seorang imam yang terlibat proyek itu, Osman Ors mengatakan House of One memiliki arti yang sangat penting baginya. Kata Osman Ors, selama ini banyak Muslim yang mencari tempat ibadah di pusat Kota Berlin, namun mereka selalu gagal menemukannya.

Pastor Gregor Hohberg melengkapi pentingnya kehadiran House of One. Apalagi jika melihat situasi yang terjadi di Jerman dan banyak belahan dunia lain saat ini.

Di Jerman, Islamofobia dan sentimen anti-Yahudi sedang begitu tinggi. "Penting untuk selalu mencoba memahami bagaimana orang lain memandang sesuatu dengan memperhitungkan dari mana asalnya atau agama apa yang diyakininya," Hohberg.

"Masyarakat mendapat untung jika ada dialog. Dan itulah yang kami lakukan di sini," tambah dia.

*Baca Informasi lain soal BERITA INTERNASIONAL atau baca tulisan menarik lain dari Yudhistira Mahabharata.

 

BERNAS Lainnya